Mentan Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 320 2360518 stok-pupuk-bersubsidi-ditimbun-mentan-kawal-agar-tepat-sasaran-5O5ZrJWct6.jpg Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kembali mempertegas akan mengawal secara maksimal kebijakan terkait pupuk bersubsidi. Pasalnya, pupuk subsidi adalah bentuk keseriusan menjaga ketahanan pangan.

“Kita ingin meningkatkan produktivitas pertanian. Untuk itu kita selalui memantau dan mengawal kebijakan pupuk subsidi agar lebih tepat sasaran," katanya, dalam keterangannya, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga: Mentan Ungkap Adanya Permainan Distributor Pupuk

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, yang diwakili Kasubdit Pupuk Bersubsidi Yanti Ermawati, mengatakan Kementan berupaya maksimal menetapkan kebijakan yang paling minim resiko paling banyak manfaat.

"Namun, kebijakan tersebut membutuhkan sinergi dari instansi terkait, karena tidak mungkin kita bergerak sendiri," katanya.

Baca Juga: Jika Subsidi Pupuk Dihapus, Mentan: Kita Akan Kalah dari Negara Lain

Mengenai penyaluran pupuk bersubsidi, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan menetapkan secara tertutup agar bisa langsung ke sasaran.

"Dalam hal penyaluran pupuk dilakukan secara tertutup melalui Permendag 15/2013 agar penyaluran lebih ke sasaran dan tepat waktu. Kita juga menyesuaikan musim tanam dan berupaya untuk melakukan penyaluran agar tepat waktu," jelasnya.

Ditambahkannya, sasarannya adalah petani penerima pupuk bersubsidi yang tercantum dalam sistem eRDKK. Termasuk jumlah pupuk yang diusulkan.

"Yang menjadi masalah, petani yang tidak tercantum dalam sistem eRDKK juga menuntut mendapatkan pupuk subsidi. Padahal pupuk subsidi hanya diberikan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani dan sudah menyusun RDKK tahun sebelumnya, dan selanjutnya dituangkan dalam sistem eRDK untuk dijadikan dasar pertimbangan penyaluran pupuk bersubsudi tahun berjalan. Perbedaan pemahaman pendataan ini seringkalu menimbulkan polemik, jadi seharusnya tidak ada kelangkaan," jelasnya.

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia Gusrizal menambahkan, sistem pupuk subsidi tertutup, berarti harus didata. Kata kuncinya adalah ada yang didata.

“Berarti ada yang di luar data. yang di luar data inilah yang kemudian menuntut mendapatkan, pupuk subsidi," jelasnya.

Gusrizal juga berharap penggunaan pupuk subsidi diproporsionalkan agar tidak timbul polemik lain.

"Di dalam eRDKK pun ada tantangannya. Misalnya jumlah pupuk yang diusulkan 24 juta ton, namun alokasi hanya bisa 9 juta ton. Berarti penggunaan dan distribusi pupuk harus diproporsionalkan. Tapi di daerah tidak mau. Mereka tetap minta jumlah 24 juta itu sesuai usulan. Padahal seharusnya diproporsionalkan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini