Erick Thohir: Sistem Bagi Hasil dalam Keuangan Syariah Agak Mahal

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 12 Februari 2021 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 320 2361132 erick-thohir-sistem-bagi-hasil-dalam-keuangan-syariah-agak-mahal-FwCHZNLoPz.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Ketua Umum Masyarak Ekonomi syariah (MES) Erick Thohir menilai ada yang perlu diperbaiki dalam keuangan syariah di Indonesia. Dia menilai sistem bagi hasil pada keuangan syariah terbilang mahal.

Untuk itu, pemerintah akan memperbaiki sistem bagi hasil tersebut dengan menerapkan aturan mainnya sendiri. Erick memastikan dalam sistem baru keuangan syariah kedua belah pihak akan saling menguntungkan.

Baca Juga: Erick Thohir: Lahirnya BSI Bukan Ingin Monopoli Bank Syariah Lain

Aturan juga dipastikan tidak memberatkan pertumbuham pengusaha lokal atau pun yang masuk ke dalam industri halal di Tanah Air.

"Keuangan syariah ini tentu punya market yang besar dengan sistemnya sendiri, tetapi yang perlu yang kita perbaiki di keuangan syariah ini sistem bagi hasilnya masih agak mahal. Ini yang kita coba bagaiamana saling menguntungkan," ujar dia Jumat (12/2/2021).

Baca Juga: Erick Thohir: Saya Tak Mau Bank Syariah Indonesia Bermasalah jika Ganti Pemerintahan

Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah melalui MES akan fokus pada sektor rill, khususnya industri halal. Sektor Industri yang dimaksud adalah fesyen, make up, hingga produksi makanan dan minuman.

Dalam realisasinya, BSI akan menjalankan empat program utama. Pertama adalah pertama mengembangkan pasar industri halal di dalam dan di luar negeri. Kedua, mengembangkan industri keuangan syariah. Ketiga, investasi yang bersahabat yang melibatkan pengusaha daerah. Dan terakhir pengembangan ekonomi syariah di pedesaan secara berkelanjutan.

"Kita mulai turun ke sekror rill, makanya programnya ada empat, kita tidak muluk-muluk kita tidak mau programnya itu banyak, empat saja cukup. Yaitu satu mengembangkan industri halal. Induatri halal tadi sudah saya sampaiakan turunannya banyak, ada fesyen, ada makanan, ada make up, dan lain-lainnya," kata dia.

Di sisi lain, rendahnya penetrasi industri perbankan syariah di Indonesia masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan sejumlah negara muslim lain, mendorong Mantan Bos Inter Milan itu fokus mengoptimalkan ekosistem ekonomi syariah di Tanah Air.

Dia menegaskan, perlunya intervensi agar ada keberpihakan kepada umat. Misalnya memaksimalkan peranan BSI.

"Terobosan melalui merger bank syariah di Himbara merupakan salah satu strategi konkrit yang diharapkan akan menjadi pemain stabilisasi keberpihakan kepada ekonomi umat secara lebih luas," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini