12 Pesawat Bombardier Dikembalikan, Dirut Garuda Pastikan Operasional Tak Terganggu

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 13 Februari 2021 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 320 2361515 12-pesawat-bombardier-dikembalikan-dirut-garuda-pastikan-operasional-tak-terganggu-UpADqfBYIO.jpg Garuda Indonesia Kembalikan 12 Pesawat Bombardier CRJ 1000. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000. Hal tersebut menyusul pemutusan kontrak kerjasama dengan perusahaan leasing Nordic Aviation Capital atau NAC.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, meskipun ada 12 pesawat yang dikembalikan, tidak akan mengganggu operasional dari maskapai milik perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Beberapa rute yang semula di layani oleh pesawat Bombardier CRJ-1000 tetap akan ada dan beroperasi normal.

Baca Juga: Garuda Kembalikan 12 Pesawat Bombardier, Ini Reaksi Perusahaan Leasing

"Aman (Operasional Garuda tak berpengaruh meskipun 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 dikembalikan)," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (13/2/2021).

Menurut Irfan, agar operasional tak terganggu, pihaknya menyiapkan armada pengganti. Adapun pesawat yang akan digunakan untuk menggantikan Bombardier CRJ 1000 adalah Boeing 737.

"Kita pakai Boeing 737. Kita gantikan di beberapa rute," ucap Irfan.

Baca Juga: NAC Ajukan Ganti Rugi soal Pesawat Bombardier, Bos Garuda Nego

Irfan menjelaskan, pesawat Bombardier CRJ 1000 sendiri dipakai oleh Garuda untuk perjalanan ke beberapa rute. Salah satu rute penerbangan dari Jakarta menuju Bandara Internasional Silangit.

"Enggak inget (pasti beberapa rute penrebangannya). Tapi ada ke beberapa Bandara seperti Silangit," jelasnya.

Sebagai informasi, Garuda Indonesia melakukan pengadaan pesawat Bombardier CRJ 1000 sejak 2012 hingga 2015 secara bertahap. Pesawat ini melayani rute pendek di Indonesia Timur pada awal pengoperasiannya.

Pada 2013, perusahaan membuka rute baru yang melayani penerbangan dengan Bombardier untuk rute Makassar-Lombok, Surabaya-Semarang, dan Tarakan-Balikpapan. Garuda Indonesia saat ini mengoperasikan 18 jet regional bombardier CRJ-1000.

Kesepakatan untuk memperoleh pesawat diselesaikan selama Singapore Airshow pada Februari 2012, di mana maskapai penerbangan tersebut pada awalnya setuju untuk memperoleh enam pesawat CRJ-1000, dengan opsi untuk menerima pengiriman 12 jet tambahan.

Berdasarkan pengumuman Bombardier saat itu, kesepakatan tersebut bernilai USD1,32 miliar dengan harga jual. Garuda Indonesia menerima pengiriman jet regional pertama buatan Kanada pada Oktober 2012. Bombardier mengirimkan CRJ1000 terakhir ke maskapai pada Desember 2015.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini