Kelahiran LPI Telat 40 Tahun, Jokowi Pede RI Bisa Kejar Ketertinggalan

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 320 2362831 kelahiran-lpi-telat-40-tahun-jokowi-pede-ri-bisa-kejar-ketertinggalan-0TzuENTKHt.png Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa Indonesia termasuk negara yang sangat terlambat dalam pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF). Menurutnya beberapa negara di dunia telah membentuk SWF tersebut selama puluhan tahun.

“Negara seperti Uni Emirat Arab, Tiongkok, Norwegia, Saudi Arabia, Singapura, Kuwait, dan Qatar telah 30 tahun sampai 40 tahun yang lalu memiliki, mempunyai Sovereign Wealth Fund dan telah mempunyai akumulasi dana yang besar untuk pembiayaan pembangunan,” katanya saat memperkenalkan jajaran direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga: Ridha Wirakusumah Jadi CEO LPI, Jokowi Ingin SWF Indonesia Kelas Dunia 

Meski terlambat, Mantan Gubernur DKI Jakarta yakin LPI yang dimiliki Indonesia bisa mengejar ketertinggalan.

“Walaupun lahir belakangan, dan tidak ada kata terlambat. Saya meyakini, INA mampu mengejar ketertinggalannya. Dan mampu memperoleh kepercayaan nasional dan internasional,” tuturnya.

Pada kesempatan itu Jokowi menegaskan bahwa LPI memiliki posisi yang sangat strategis dalam percepatan pembangunan yang berkelanjutan. Utamanya dalam meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara secara jangka panjang.

Selain itu juga menyediakan alternatif pembiayaan bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga: Jokowi Ungkap Latar Belakang Direksi LPI, Ada Bankir hingga Pernah Kerja di Pertamina 

“Melalui keberadaan INA, kita akan mengurangi kesenjangan kemampuan pendanaan domestik dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan. INA akan menjadi mitra strategis bagi para investor baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Agar tersedia pembiayaan yang cukup untuk program pembangunan khususnya program pembangunan infras nasional,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini