12 Pesawat Bombardier Dikembalikan, Karyawan Garuda Dukung Erick Thohir

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 320 2363199 12-pesawat-bombardier-dikembalikan-karyawan-garuda-dukung-erick-thohir-hlEzsRtd6V.png Garuda Indonesia Kembalikan 12 Pesawat Bombardier. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meminta Garuda Indonesia mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000 untuk mengakhiri lebih awal (early termination) kontrak operating lease sejak 1 Februari 2021 dengan Nordic Aviation Capital atau NAC yang jatuh tempo 2027.

Hal tersebut, terkait keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi Indonesia serta penyelidikan Serious Fraud Office Inggris terhadap indikasi pidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda saat proses pengadaan pesawat tahun 2011 lalu.

Baca Juga: 12 Pesawat Bombardier Dikembalikan, Dirut Garuda Pastikan Operasional Tak Terganggu

Menanggapi itu, Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Tomy Tampatty mendukung keputusan Menteri Erick Thohir yang telah melakukan early termination kontrak operating lease sejak 1 Februari 2021.

"Kami menyatakan mendukung penuh keputusan tersebut dan kepada siapapun yang terbukti melakukan praktik korupsi harus dilaporkan kepada KPK," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga: Kembalikan 12 Pesawat Bombardier, Garuda Hemat Rp2,8 Triliun

Dia juga menjelaskan sebenarnya permasalahan pengadaan barang ini sudah sejak lama. Di mana banyak hal yang patut diduga telah terjadi praktik korupsi.

"Dan kami (Serikat Karyawan Garuda), sejak 22 September 2005 telah melaporkan ke KPK terkait beberapa transaksi yang patut diduga telah terjadi praktik korupsi salah satunya transaksi pengadaan pesawat Boeing 737 NG.

Garuda melakukan pengadaan pesawat Bombardier CRJ 1000 sejak 2012 hingga 2015 secara bertahap. Pesawat ini melayani rute pendek di Indonesia Timur pada awal pengoperasiannya. Pada 2013, perusahaan membuka rute baru yang melayani penerbangan dengan Bombardier untuk rute Makassar-Lombok, Surabaya-Semarang, dan Tarakan-Balikpapan.

Sebagai informasi, Garuda Indonesia saat ini mengoperasikan 18 jet regional bombardier CRJ-1000. Kesepakatan untuk memperoleh pesawat diselesaikan selama Singapore Airshow pada Februari 2012, di mana maskapai penerbangan tersebut pada awalnya setuju untuk memperoleh enam pesawat CRJ-1000, dengan opsi untuk menerima pengiriman 12 jet tambahan.

Berdasarkan pengumuman Bombardier saat itu, kesepakatan tersebut bernilai USD1,32 miliar dengan harga jual.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini