RI-Uni Emirat Arab, Menko Luhut: Kita Bakal Kembangkan Mangrove

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 320 2363258 ri-uni-emirat-arab-menko-luhut-kita-bakal-kembangkan-mangrove-TeGmVPe2bH.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia dan Uni Emirat Arab menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama bilateral terkait program pengembangan mangrove yang dilakukan secara virtual.

Penandatanganan tersebut dilakukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Uni Emirat Arab (UEA) Abdullah Al Nuaimi.

Baca Juga: Ingatkan Reforma Agraria hingga Karhutla, Siti Nurbaya: Perintah Presiden Sangat Serius

Menko Luhut mengatakan, penghargaan setinggi-tingginya dan terima kasih atas kerja semua pihak dari kedua pemerintah yang telah menyusun MoU hingga dapat ditandatangani hari ini. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia selama ini memiliki hubungan yang sangat terjaga dengan Uni Emirat Arab di semua sektor.

"MoU Program Pengembangan Mangrove akan menjadi salah satu alat untuk mempererat hubungan kita di bidang perubahan iklim dan lingkungan,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga: Kurangi Emisi Karbon, RI Terima Rp1,5 Triliun dari Bank Dunia

Kemudian, lanjut dia, dengan adanya kerja sama di bidang pengembangan mangrove ini akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pesisir. Sebagai bukti riil kerja sama melalui MoU ini, dia pun mengundang pemerintah Uni Emirat Arab untuk membuat proyek mangrove dengan luas minimal 10 ribu hektar di Indonesia dan menamakannya sebagai yakni "Taman Mangrove Khalifa bin Zayed”.

"Kami menyadari pandemi Covid-19 belum berakhir. Setiap negara memiliki strategi untuk mengatasi masalah global tersebut. Indonesia memiliki program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), untuk meningkatkan ekonomi dan mata pencaharian kami. Ini juga termasuk program mangrove dan terumbu karang melalui partisipasi dalam jumlah besar dari masyarakat pesisir," ungkap dia.

Menurut dia, luas mangrove di Indonesia merupakan 20 persen dari luas mangrove dunia. Mangrove dapat menyimpan karbon empat kali lipat dibandingkan hutan tropis lainnya dan mangrove Indonesa dapat menyimpan karbon sebanyak 87% dari karbon di seluruh dunia yang artinya dapat mengurangi dampak perubahan iklim.

"Peraturan Presiden tentang penetapan nilai ekonomi karbon akan segera disahkan. Peraturan itu berisi mekanisme penetapan nilai ekonomi karbon, instrumen, dan pembangunan rendah karbon," jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden Indonesia telah menandatangani UU Cipta Kerja dan memangkas beberapa birokrasi sektor bisnis namun tetap melindungi lingkungan. "Dan selama situasi pandemi ini, UUCK dapat menarik green investment dari hulu ke hilir," tutur dia.

Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Persatuan Emirat Arab Abdullah Al Nuaimi menyampaikan bahwa dampak perubahan iklim terbesar yang mengancam dunia adalah naiknya permukaan laut dan peristiwa cuaca ekstrem. Mangrove berperan sebagai penghalang alami terhadap dampak tersebut, oleh karena itu budidaya dan konservasi mangrove memainkan peran penting dalam adaptasi perubahan iklim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini