Dia menambahkan, pandemi, perubahan iklim dan teknologi berpotensi menciptakan dan memberikan tambahan masalah untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.
"Mereka bisa menjadi ancaman bagi pertumbuhan inklusif. Tapi bisa menjadi ancaman pembangunan berkelanjutan," tandas Sri Mulyani.
(Feby Novalius)