Piter menuturkan, Tesla bukanlah satu-satunya leader dalam pengembangan kendaraan listrik. Untuk itu, Indonesia tidak boleh berfokus pada satu pihak saja.
"Saya kira tidak kecolongan karena kita tahu sejak awal minat investasi Tesla ke Indonesia bukan dalam bentuk pabrik mobil tetapi dalam bentuk ESS. Kalau itu tidak terwujud juga berarti pemerintah tidak cukup tanggap untuk mengantisipasi investasi Tesla di Indonesia," tandasnya.
(Feby Novalius)