Gawat! Jakarta Kekurangan Akses Air Bersih

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 320 2365024 gawat-jakarta-kekurangan-akses-air-bersih-UhrOb4ICVM.jpg Air Bersih (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut kebutuhan air bersih atau fasilitas air minum untuk DKI Jakarta masih sangat kurang. Meskipun saat ini sedang dilakukan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur I oleh Konsorsium WIKA.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan, kebutuhan air minum di DKI Jakarta memang sangat besar. Saat ini baru sekitar 15% kebutuhan air minum dan bersih yang bisa dipenuhi.

Artinya masih ada sekitar 85% lagi tang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan beberapa proyek SPAM lagi di sekitar daerah penyangga ibu kota untuk memenuhi kebutuhan air minum.

“Jakarta masih membutuhkan banyak air minum. Saat ini 15%, kekurangannya harus segera kita penuhi lagi,” ujarnya saat ditemui di Auditorium Kementerian PUPR, Jumat (19/2/2021).

Baca Juga: Ternyata Ini 3 Masalah Utama Penyediaan Air Bersih di Indonesia 

Adapun beberapa proyek SPAM yang disiapkan adalah proyek SPAM Karian-Serpong dan proyek SPAM Regional Djuanda. Kedua proyek tersebut nantinya akan digarap dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Harus segera dipenuhi (kebutuhan air minum DKI Jakarta) baik itu melalui Karian-Serping maupun Djuanda,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, ada beberapa proyek yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air minum di Ibu Kota. Pertama adalah proyek SPAM Karian-Serpong di mana sudah ditetapkan pemenang lelangnya.

“Karian-Serpong terakhir penetapan pemenang. Sekarang mereka menyiapkan DP kita berharap awal April kita akan laksanakan seperti ini,” jelasnya.

Sedangkan untuk proyek SPAM Djuanda saat ini masih menunggu untuk melakukan lelang. Belum diketahui kapan proses lelang ini akan dibuka, namun diharapkan adanya SPAM ini bisa membantu memenuhi kebutuhan air minum di Jakarta.

“SPAM Djuanda schedulenya ada belakang lagi. Masih belum dibuka lelangnya,” kata Heri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini