Cara Kelola Keuangan agar Anti Misqueen, Perhatikan 3 Hal Berikut

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Minggu 21 Februari 2021 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 622 2364967 cara-kelola-keuangan-agar-anti-misqueen-perhatikan-3-hal-berikut-XGz906XcVm.jpg Tips Kelola Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Angka kemiskinan di Indonesia meningkat akibat pandemi Covid-19, yaitu mencapai 1,13 juta orang miskin baru. Untuk menghindarkan diri dari jurang kemiskinan, ada cara yang bisa dilakukan, yaitu melakukan pengelolaan keuangan.

Mengelola keuangan agar anti miskin bisa dikatakan belum termasuk ke dalam kategori orang miskin. Hal itu disampaikan oleh Perencana Keuangan Andi Nugroho.

“Karena kategori miskin itu adalah mereka yang makannya sehari sekali kalau tidak salah. Nah berarti kalau bicara soal cara mengelola keuangan agar terhindar dari kemiskinan, orang-orang ini yang dimaksud belum masuk ke dalam kategori miskin,” jelas Andi Nugroho kepada Okezone, Minggu (21/2/2021).

Baca Juga: Begini Cara Buat Rencana Pengeluaran agar Tak Boros 

Cara menghindari kemiskinan, kata Andi, dalam pengelolaan keuangan bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti memperhatikan gaya hidup, menghindari kebiasan utang konsumtif dan cara lainnya.

Oleh sebab itu, berikut telah dijabarkan cara mengelola uang agar kehidupan menjadi anti miskin.

 

1. Sesuaikan Gaya Hidup dengan Penghasilan

Menurut Andi Nugroho, cara pertama untuk mengelola uang agar anti miskin adalah menyesuaikan gaya hidup dengan penghasilan yang dimiliki. Artinya ketika memiliki penghasilan kecil, maka gaya hidupnya harus disesuaikan dengan jumlah penghasilan tersebut.

“Misalkan penghasilan kita UMR, ya berarti gaya hidup kita disesuaikan dengan jumlah penghasilan tersebut. Jangan kemudian penghasilannya UMR, tetapi gaya hidupnya seperti direktur atau manajer yang gajinya dua sampai tiga digit begitu,” jelas Andi.

Dia melanjutkan, gaya hidup terkadang membuat seseorang terjebak dan ingin terlihat seolah-olah kaya. Selain itu, gaya hidup juga akan menuntut orang untuk mengikuti perkembangan atau trend yang ada dan itu bisa berbahaya.

“Misal, gadget kita masih bisa dipergunakan, tetapi kita malah sering ganti-ganti karena mengikuti trend yang ada,” contoh yang diberikan Andi soal gaya hidup.

2. Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan

Prioritas dari pengelolaan uang ini sebaiknya mengutamakan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Seseorang perlu memastikan antara mana yang merupakan kebutuhan utama dan mana yang hanya sebatas keinginan atau gaya hidup belaka.

“Kembali lagi, jadi jangan menuruti gaya hidup melainkan turuti apa yang menjadi keutuhan hidup kita. Misal motor, kita perlu motor untuk ke kantor. Walau ada berbagai jenis teknologi motor, kita harus sesuaikan dengan kebutuhan. Jadi, dari sekian banyak pilihan motor, motor matic saja perlu sebenarnya jadi tidak perlu yang berharga tinggi,” tutur Andi.

Jika sudah memastikan mana yang menjadi kebutuhan atau sekadar gaya hidup, menurut Andi, seseorang tidak akan terjebak dan masuk ke dalam jurang kemiskinan.

3. Hindari Kebiasaan Utang Konsumtif

Kemudian, hindari kebiasan berutang hanya untuk keperluan gaya hidup atau yang bersifat konsumtif saja. Maka dari itu, dalam menentukan keputusan keuangan untuk berhutang perlu dipikirkan dengan matang.

“Sebaiknya menghindari kegiatan berutang, apalagi berutangnya hanya untuk gaya hidup ya, begitu,” kata Andi.

Andi melanjutkan bahwa sebenarnya boleh saja berutang, misalkan untuk kredit kepemilikan rumah (KPR). Namun, dalam memilih KPR itu harus disesuaikan juga dengan kebutuhan dan kemampuan seseorang. Jika tidak pandai dalam melakukan penyesuaian tersebut, uang malah akan habis untuk membayar utang atau cicilan rumah saja sedangkan kebutuhan yang lain tidak terpenuhi.

“Jadi kalau mau berutang, berutanglah untuk hal yang produktif, seperti KPR tadi karena KPR termasuk utang yang bagus,” ungkapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini