Bahlil Pastikan TKA Masuk RI Cuma 2.500 Pekerja

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 20 Februari 2021 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 20 320 2365281 bahlil-pastikan-tka-masuk-ri-cuma-2-500-pekerja-lAO9MB3UnC.jpg Tenaga Kerja Asing (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membantah isu puluhan ribu Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke Indonesia. Bahlil memastikan, hingga akhir 2021 pemerintah akan mempekerjakan 25.000 tenaga kerja baru, 2.500 di antaranya adalah TKA.

Target itu sekaligus memperbanyak jumlah tenaga kerja dalam negeri. Bahlil membantah bahwa saat ini sektor strategis dalam negeri didominasi oleh TKA.

Baca Juga: Pekerja RI Dijamin Kerja di Industri Smelter

“Saya sempat cek. Penting disampaikan bahwa isu yang menyatakan TKA lebih banyak itu tidak benar. Ini sudah bagus. Di akhir tahun 2021 targetnya mempekerjakan 25.000 tenaga kerja dengan TKA tidak lebih dari 2.500 orang dan skill-nya yang tinggi," ujar Bahlil dalam keterangan pers, Sabtu (20/2/2021).

Kekeliruan data, kata dia, sangat mempengaruhi persepsi investor asing terhadap iklim investasi di Indonesia. Karenanya, penyampaian data baik jumlah tenaga kerja ataupun data investasi harus dicatatkan secara benar.

Baca Juga: RI Sambut 153 TKA China di Tengah Pelarangan WNA, Apa Kata Menlu?

"Jadi tolong kalau kita mau sayang negara, kita sayang daerah, sampaikan data yang benar. Ini penting. Agar persepsi dunia tentang iklim investasi di Indonesia itu sudah berubah, sudah mulai bagus,” katanya.

BKPM pun memastikan perizinan investasi serta pemanfaatan fasilitas insentif fiskal yang diberikan oleh BKPM akan terpenuhi.

“Jadi tujuan saya ke sini (kunjungan kerja) memastikan izin yang kita kasih berjalan atau tidak. Insentif fiskal yang kita kasih berjalan atau tidak. Perencanaan yang mereka kasih ke BKPM, sama atau tidak realisasinya. Baru kita berbicara investasi berkualitas. Apakah arah Presiden tersebut sudah tercipta di sini atau tidak?” ungkap Bahlil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini