APBN 2021 Sudah Tekor Rp45,7 Triliun, Pendapatan Negara Terkontraksi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 320 2366907 apbn-2021-sudah-tekor-rp45-7-triliun-pendapatan-negara-terkontraksi-3XvzKhMw3O.jpg Defisit APBN pada Januari 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Defisit APBN pada Januari 2021 mencapai Rp45,7 triliun atau 4,5% dari APBN 2020 senilai Rp1.006,4 triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 0,26% PDB.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, defisit APBN dikarenakan realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp100,1 triliun atau terkontraksi 4,8% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu 105,1 triliun. Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 6,2% dari target senilai Rp1.743,6 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Anggaran PEN 2021 Bengkak Lagi Jadi Rp688,3 Triliun

Di sisi lain, belanja negara hingga akhir Januari 2021 tercatat senilai Rp145,8 triliun atau 5,3% dari pagu Rp2.750 triliun. Sedangkan, realisasi belanja negara itu tumbuh 4,2% dibandingkan penyerapan periode yang sama tahun lalu senilai Rp139,9 triliun.

"Ada kenaikan defisit karena bulan Januari tahun lalu belum mengalami Covid-19,mungkin tidak terlalu banyak berbeda ada kenaikan defisit dibandingkan tahun lalu," imbuh Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Daftar Penerima Stimulus Dana PEN Rp627,9 Triliun

Kata dia damoak pandemi covid-19 berimbas luar biasa terhadap perekonomian. Akibatnya, APBN harus bekerja ekstra keras untuk menjaga ekonomi tetap stabil.

"APBN kita sebagai instrumen fiskal bekerja luar biasa keras menahan pukulan pandemi," bebernya.

Dia menambahkan Komposisi respon fiskal akan menghantam rakyat langsung, beda 2008 lalu guncangan ada di lembaga keuangan. Covid guncanganya langsung ke akar rumput.

"Jadi program pemulihan ekonomi menggambarkan APBN pemulihan ekonomi termasuk belanja negara Rp 2589,9 triliun

"APBN bekerja sangat cepat dan tepat untuk menahan guncangan pukulan Covid ke perekonomian dan ke masyarakat. Dampaknya ke kuartal III langsung ada pemulihan dan pembalikan dari pemburukan ekonomi bisa dilakukan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini