Penyebab Rupiah Tertekan ke Rp14.260/USD

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 320 2370076 penyebab-rupiah-terkean-hingga-level-rp14-260-3gy99xpHOh.jpeg Rupiah Melemah terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Rupiah terhadap dolar AS petang ini melemah tajam 1,26% atau 178 poin ke level Rp14.260 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.082.

Menguti Treasury PT Bank MNC Internasional Tbk, Senin (3/1/2021), nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahannya pada awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 0,21% atau 30 poin ke level Rp14.265 per dolar AS pada pukul 09.23 WIB.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar Rupiah di pasar spot terpantau melemah 0,21% atau 30 poin ke level Rp14.265 per dolar AS pada pukul 09.23 WIB.

Baca Juga: Melemah 1,08%, Rupiah Tertekan pada Level Rp14.235/USD

Pelemahan Pupiah menjadi yang paling dalam dibandingkan dengan mata uang lainnya di kawasan Asia. Menyusul Rupiah, peso Filipina dan yen Jepang masing-masing terkoreksi 0,1%.

Analis menuturkan sinyal negatif dari data eksternal cukup menguatkan indeks dolar sehingga berakibat terhadap melemahnya mata uang Rupiah.

"Obligasi pemerintah dan khususnya Treasury AS, telah menjadi titik fokus pasar secara global, setelah para pedagang secara agresif mengubah harga dalam pengetatan moneter sebelumnya daripada yang diisyaratkan oleh Federal Reserve dan rekan-rekannya," jelasnya.

MARKET OUTLOOK, 1-5 March 2021

Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

- Pasar mencermati pergolakan di pasar obligasi Pemerintah AS dengan kenaikan yields obligasi ke sekitar 1 tahun tertingginya yang memukul bursa saham dan naiknya dolar AS.

- Stimulus fiskal AS tidak berhasil dikeluarkan minggu ini karena mendapat penolakan, bahkan dari Demokrat sendiri, namun ini tetap ditunggu pasar.

- Kemajuan vaksinasi bersamaan turunnya kasus baru virus corona menjadi berita yang memberikan harapan pemulihan ekonomi.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Menguat, Berikut Penyebabnya

- Data tenaga kerja AS, Non-Farm Payrolls, ditunggu pasar pada akhir minggu depan.

Untuk korban virus, berita resmi terakhirnya, sudah sekitar 113.9 juta orang terinfeksi di dunia dan 2.52 juta orang meninggal, dan menyebar ke 218 negara dan teritori.

Pasar saham dunia melemah, harga emas terkoreksi, dan US dollar bangkit kuat.

Minggu berikutnya, isyu antara perkembangan pandemi virus corona dan prospek pemulihan ekonomi dunia akan kembali mewarnai pergerakan pasar.

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum rebound kuat oleh lonjakan yields US Treasury yang memicu ekspektasi pasar atas pengetatan moneter AS ke depannya, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir menguat ke 90.88. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau melemah ke 1.2070. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2243 dan kemudian 1.2350, sementara support pada 1.1952 dan 1.1800.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah -dipimpin bursa Jepang- terpukul melejitnya yields obligasi pemerintah AS yang telah menggoyang sentimen investor. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir terkoreksi ke level 28,966. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 30714 dan 31000, sementara support pada level 28325 dan 27630. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 28,980. Minggu ini akan berada antara level resistance di 31183 dan 31521, sementara support di 28260 dan 27457.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau melemah oleh kekhawatiran investor atas prospek naiknya suku bunga di masa depan yang dapat menahan rally bursa. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 30,932.4, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 31985 dan 32009, sementara support di level 30521 dan 29856. Index S&P 500 minggu lalu terkoreksi ke level 3,810.9, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3938 dan 3965, sementara support pada level 3664 dan 3607.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau tergerus melemah ke posisi 8 bulan terendahnya oleh penguatan dollar dan naiknya yields obligasi AS yang menekan permintaan emas, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level USD1.734.37 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di USD1.816 dan berikut USD1.855, serta support pada USD1717 dan USD1.704.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini