Harga Cabai Rawit dan Ikan Jadi Biang Kerok Inflasi Februari

Antara, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 320 2370091 harga-cabai-rawit-dan-ikan-jadi-biang-kerok-inflasi-februari-zzpvw082sR.jpg Harga Cabai Naik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga cabai rawit dan ikan segar menjadi pemicu terjadinya inflasi pada Februari 2021 sebesar 0,10%

"Cabai rawit dan ikan segar sama-sama menyumbang andil inflasi 0,02%pada Februari 2021," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Suhariyanto mengatakan kenaikan harga cabai rawit terjadi di 65 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan kenaikan harga tertinggi di Pangkalpinang 39% dan Merauke 38%

Baca Juga: BPS: Inflasi Februari 0,10% 

Sedangkan, tambah dia, kenaikan harga serupa juga terjadi untuk komoditas ikan segar karena cuaca yang buruk di beberapa wilayah menyebabkan nelayan tidak melaut dan pasokan menjadi terbatas.

Komoditas lain yang ikut menyumbang inflasi pada periode ini adalah kenaikan tarif jalan tol yang menyumbang andil 0,02% dan tarif angkutan udara dengan andil 0,01%.

"Tarif jalan tol mengalami kenaikan mulai 17 Januari 2021 di beberapa ruas jalan tol seperti di Surabaya dan Bekasi dan menyumbang inflasi di 56 kota IHK," kata Suhariyanto.

Sementara itu komoditas yang menjadi komponen penahan inflasi adalah daging ayam ras dan telur ayam ras yang masing-masing menyumbang andil deflasi 0,02%serta tomat dan cabai merah yang sama-sama menyumbang andil 0,01%.

"Komoditas lain yang mengalami deflasi adalah harga emas yang mengalami penurunan dan menyumbang andil 0,02%, karena harga emas batangan dan logam mulia turun dan berpengaruh ke harga emas perhiasan dibandingkan Januari di 78 kota IHK," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga memaparkan, selama Februari 2021 sebanyak 56 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi dari keseluruhan 90 kota IHK.

Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju 1,12% dan inflasi terendah masing-masing terjadi di Tasikmalaya dan Sumenep sebesar 0,02%.

Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,55% dan deflasi terendah masing-masing terjadi di Malang dan Tarakan 0,01%.

"Inflasi tertinggi pada Februari terjadi di Mamuju, atau sama seperti di Januari, karena Mamuju belum pulih usai adanya musibah. Tapi inflasi Februari ini menurun karena adanya penurunan harga ikan segar," kata Suhariyanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini