Kepala BPS Wanti-Wanti Kasus Covid-19 Ganggu Inflasi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 320 2370156 kepala-bps-wanti-wanti-kasus-covid-19-ganggu-inflasi-C5rxtSJx6b.jpg BPS Waspadai Penyebaran Kasus Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mewaspadai penyebaran pandemi Covid-19. Menurut Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, bila lengah maka tingkat infeksi Covid-19 akan meningkat. Hal ini membuat kegiatan dan aktivitas masyarakat kembali turun.

"Tentunya ini semua perlu kita waspadai, karena pandemi akan menyebabkan mobilitas berkurang, roda ekonomi bergerak lambat, sehingga berpengaruh ke pendapatan, dan pada akhirnya berpengaruh kepada lemahnya permintaan," ujar Suhariyanto dalam video virtual, Senin (1/3/2021).

Baca Juga: Vaksinasi Jadi Game Changer Penanganan Covid-19 di RI

Lanjutnya meminta untuk tak henti-hentinya memerangi penyebaran pandemi Covid-19 dengan mempercepat vaksinasi dan rutin menegakkan 5M. Pandemi covid-19 masih menjadi penghambat bagi kegiatan dan aktivitas perekonomian di Indonesia.

"Inflasi ini jauh lebih lambat kalau dibandingkan dengan inflasi bulan lalu, Januari 2021 dengan tingkat inflasi sebesar 0,26% (mtm). Juga lebih lambat dibandingkan posisi Februari 2020 sebesar 0,28% (mtm)," bebernya.

Baca Juga: Dirut BSI Sebut Ekonomi RI Masih Bergantung pada Manusia, Maksudnya?

Dia menambahkan Februari 2021, tingkat inflasi tahunannya hanya sebesar 1,38 persen, lebih lambat bila dibandingkan dengan tingkat inflasi Januari 2021 sebesar 1,55% (yoy) maupun ketimbang Februari 2020 sebesar 2,98% (yoy).

"Jadi ini mengindikasikan bahwa sampai dengan akhir Februari 2021, dampak pandemi covid-19 ini masih terus membayang-bayangi perekonomian, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini