Soal Harga Ayam, Keuntungan Pelaku Usaha Wajar Saja

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 320 2371593 soal-harga-ayam-keuntungan-pelaku-usaha-wajar-saja-5swYtq1jXN.jpg Wamendag Integrasikan Sektor Perunggasan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kenaikan harga ayam bisa distabilkan dengan cara mengintegrasikan ekosistem perunggasan. Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, sektor perunggasan sangat menjanjikan, sehingga perlu dijaga usahanya.

Bagi pelaku usaha, ekosistem di sektor ini lebih menjanjikan sehingga semua pelaku usaha bisa menikmati keuntungan yang wajar. Sedangkan bagi masyarakat diharapkan bisa menjamin ketersediaan dengan harga yang terjangkau.

Menurut Jerry, kuncinya perlu ada pembaharuan dan transformasi baik di sisi supply chain maupun dalam hal konsumsi. Dalam sisi supply chain, harus ada transformasi agar produk perunggasan Indonesia bisa lebih efisien dan kompetitif. Pasalnya, sebagai bagian dari sistem perdagangan global yang terbuka, Indonesia harus selalu siap untuk bersaing dengan negara lain.

Baca Juga: Ayam Pedaging Disuntik Hormon, Mitos atau Fakta?

“Menurut saya, tren usaha di sektor perunggasan menuju ke arah yang lebih integrative dari hulu hingga hilir. Sistem yang terintegrasi ini memungkinkan efisiensi dari sisi produksi dan perdagangan sehingga masyarakat bisa menikmati harga yang lebih kompetitif,” ujar Wamendag, di Jakarta, Rabu (3/3/2021)

Dalam rangka tranformasi itu, pelaku usaha perunggasan khususnya peternak dan pedagang kecil perlu diberikan peran yang sesuai. Selain itu, diperlukan sistem logistik yang baik untuk mendukung pembaharuan di sektor perunggasan ini.

Baca Juga: Begini Cara Industri Perunggasan Biar Moncer

Untuk itu, Kemendag telah meluncurkan Sistem Resi Gudang (SRG) termasuk di sektor perunggasan. Hal ini dibuktikan dengan peresmian SRG untuk ayam di Cianjur beberapa waktu lalu. SRG ini menopang perdagangan ayam potong untuk daerah Cianjur, Bogor dan sekitarnya.

Ke depan, Wamendag berharap perlunya penyempurnaan sistem logistik perunggasan dengan penyediaan data yang lebih integratif yang bisa menjadi rujukan antar Kementerian dan Lembaga. Jerry menilai data ini penting sebagai dasar pembuatan.

Selain itu, data yang terpercaya dan integratif akan mendukung pelaku usaha untuk menentukan sistem produksi dan perdagangan mereka.

Di sisi konsumsi, Wamendag menilai perlu upaya agar konsumsi unggas di masyarakat terus dikampanyekan. Hal ini untuk mencapai konsumsi per kapita yang ideal.

Pasalnya, daging ayam termasuk salah satu penopang gizi masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan pasar unggas Indonesia yang terus membesar bisa memberikan insentif bagi pelaku usaha.

“Pasar Indonesia yang besar harus dimanfaatkan, tentu dengan titik tekan bahwa UMKM di bidang ini dan masyarakat pada umumnya juga mendapat manfaat yang besar pula,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini