Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wall Street Terjun Bebas Terseret Saham Teknologi

Antara , Jurnalis-Kamis, 04 Maret 2021 |07:57 WIB
Wall Street Terjun Bebas Terseret Saham Teknologi
Wall Street (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Wall Street jatuh lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah investor menjual saham-saham teknologi yang terbang tinggi dan beralih ke sektor-sektor yang dipandang lebih mungkin mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi. Hal ini didukung oleh stimulus fiskal dan program vaksinasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 121,43 poin atau 0,39 persen menjadi ditutup di 31.270,09 poin. Indeks S&P 500 berkurang 50,57 poin atau 1,31 persen, menjadi menetap di 3.819,72 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup anjlok 361,04 poin atau 2,70 persen, menjadi 12.997,75 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor teknologi terperosok 2,49 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi terangkat 1,43 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Baca Juga: Wall Street Jatuh Tertekan Saham Apple dan Tesla 

Microsoft Corp, Apple Inc dan Amazon.com Inc jatuh lebih dari 2,0 persen, menjadi penekan lebih besar daripada saham-saham lainnya di S&P 500.

Kenaikan pesat dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat investor ketakutan, yang bergegas membuang aset-aset berisiko, terutama saham-saham teknologi tinggi. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun menguat, naik menjadi 1,48 persen pada Rabu sore (3/3/2021), dari 1,41 persen di sesi sebelumnya.

"Hari ini adalah enkapsulasi sempurna dari tema besar yang telah kita lihat dalam beberapa bulan terakhir: peluncuran vaksin berjalan dengan baik dan ekonomi membaik, dan itu mengirimkan imbal hasil dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, yang mengganggu pertumbuhan saham," kata ahli strategi investasi Baird, Ross Mayfield, di Louisville, Kentucky.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement