Share

Caplok Lapangan Migas, Pertamina Siapkan USD45 Miliar

Oktiani Endarwati, Koran SI · Kamis 04 Maret 2021 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 320 2372347 caplok-lapangan-migas-pertamina-siapkan-usd45-miliar-j6txLiEne5.jpg Pertamina Berencana Akuisisi Kilang Migas. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencatat anggaran untuk merger dan akuisisi lapangan minyak dan gas mencapai USD45 miliar. Target tersebut dilakukan hingga lima tahun mendatang.

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan, aksi korporasi itu bagian dari upaya investasi perseroan di hulu migas yang tercatat sebesar USD64 miliar.

Baca Juga: Belanja Modal Pertamina Rp1.288 Triliun hingga 2024, Ini Rinciannya

"Di upstream, alokasi untuk merger dan akuisisi mencapai USD45 miliar," ujar dia dalam gelaran Prospek BUMN 2021 sebagai Lokomotif PEN, Kamis (4/3/2021).

Untuk memperoleh dana dan dapat merealisasikan target tersebut, manajemen memberi kesempatan bagi pihak ketiga untuk menjalin kerjasama di sektor hulu migas.

Baca Juga: Pertamina Siapkan Dana Investasi Rp140 Miliar, Untuk Apa?

Dalam kemitraan, manajemen menyakini aksi bisnis perseroan dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian, manajemen dapat memenuhi aspirasi atau keinginan para pemegang saham untuk mencapai USD100 miliar pada 2024.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Kami sangat terbuka untuk strategic partnership. Kalau dilakukan secara tradisional Pertamina selama ini, mustahil capai terobosan. Dari sisi policy dan partnership dan stakeholder akan sangat menentukan keberhasilan aspirasi pemegang saham jadi USD100 miliar enterprise value di 2024," kata dia.

Tak hanya itu, Pertamina juga mencatat capital expenditure (capex) atau belanja modal perseroan hingga 2024 mencapai USD92 miliar. Anggaran itu untuk investasi hulu migas sebesar USD64 miliar, kilang BBM dan petrokimia sebesar USD20 miliar. Sementara investasi gas, pembangkit listrik, dan energi baru terbarukan (EBT) sebesar USD8 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini