Laba Bersih Emiten Perkebunan Ini Meroket 165,92%

Senin 08 Maret 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 278 2374186 laba-bersih-emiten-perkebunan-ini-meroket-165-92-TShgVe1JDI.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan laba bersih sebesar Rp476,6 miliar pada akhir tahun 2020 atau melonjak 165,92% dibanding akhir tahun 2019 yang mencatat laba bersih sebesar Rp179,9 miliar. Sehingga, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp44,97 bila dibandingkan akhir tahun 2019 tercatat sebesar Rp16,98.

Baca Juga: Investasi Rp2,43 Triliun, Macquarie Capital Serap Saham Merdeka Copper

Dilansir dari Harian Neraca, Senin (8/3/2021), total penjualan sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar Rp6,698 triliun atau tumbuh 16,77% dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp5,736 triliun. Tapi, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp4,947 triliun atau tumbuh 15,71% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp4,275 triliun. Sehingga laba kotor usaha naik 19,93% menjadi Rp1,751 triliun.

Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar Rp6,23 triliun atau naik 67,02% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp3,73 triliun. Adapun total kewajiban tercatat sebesar Rp7,92 triliun atau tumbuh 0,5% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp7,88 triliun. Hasilnya, aset perseroan tercatat sebesar Rp14,15 triliun atau naik 21,77% dibanding akhir tahun 2019 yang tecatat sebesar Rp11,62 triliun.

Baca Juga: Laba Bali Towerindo Sentra Melesat 83% Jadi Rp84,3 Miliar

Kemudian arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp1,094 triliun atau naik 86,37% dibanding akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp587,07 miliar. Sepanjang tahun 2020, DSNG mencatatkan volume produksi crude palm oil (CPO) 636.947 ton. Pencapaian itu lebih tinggi 4,4% dibandingkan dengan realisasi produksi 2019 sebesar 610.050 ton. Peningkatan produksi tersebut disebabkan oleh kenaikan yang juga terjadi di Tandan Buah Segar (TBS) eksternal. Hal itu pun sejalan dengan peningkatan kapasitas pemrosesan dari pabrik baru perseroan di Kalimantan Barat dan perluasan di Kalimantan Timur.

Perseroan saat ini memiliki 10 pabrik kelapa sawit (PKS) yang telah beroperasi dan saat ini, perseroan tengah membangun dua PKS baru. Disebutkan, kedua PKS itu ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini. Disebutkan, untuk membangun dua PKS tersebut dan pembangunan pabrik Bio-CNG baru, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure hingga Rp1 triliun yang berasal dari kantong internal dan pinjaman.

Adapun pada 2020 perseroan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan produksi inti sawit atau palm kernel (PK) menjadi 114.290 ton, naik 8% daripada produksi 2019 sebesar 105.808 ton. Produksi palm kernel oil (PKO) juga naik 8,2% secara year on year menjadi 34.049 ton pada 2020, dibandingkan dengan produksi 2019 sebesar 31.462 ton. Adapun produksi TBS perseroan turun 7,4% menjadi 2.041.052 ton, daripada produksi 2019 sebesar 2.204.345 ton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini