Jasa Marga Bidik Rp3 Triliun dari Lembaga Pengelola Investasi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 320 2374217 jasa-marga-bidik-rp3-triliun-dari-lembaga-pengelola-investasi-9NLm0fNF0H.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menargetkan pendanaan Rp3 triliun melalui investasi di Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau sovereign Wealth Fund (SWF). Target pendanaan tersebut dilakukan dengan menawarkan sejumlah aset emiten kepada investor baik dalam dan luar negeri.

Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mencatat, target keuangan itu bisa diperoleh pada 2021, sehingga anggaran tersebut dapat dialokasikan bagi operasional perusahaan.

"Tahun ini, kita menargetkan (pendanaan). Ada dua hingga tiga perusahaan dengan indikasi proses Rp1,5 triliun hingga Rp 3 triliun," ujarnya dalam Webinar bersama wartawan BUMN, Senin (8/3/2021).

Baca Juga: Jasa Marga Tawarkan 21 Aset Jalan Tol ke LPI 

Meski begitu, manajemen belum menentukan aset mana saja yang akan ditawarkan kepada investor. Terkait bisnis ini, manajemen akan melihat risk appetite atau jumlah risiko dari investor

Manajemen Jasa Marga berharap investor yang menjadi mitra kerja perusahaan adalah investor yang memiliki sumber daya yang mumpuni. Khususnya, keahlian (expertise) dan teknologi. Harapan ini semata-mata agar dapat memberikan value creation dan value enhancement bagi Jasa Marga.

"Sebetulnya dengan adanya SWF untuk mengundang investor lain masuk baik itu domestik maupun internasional juga diharapkan dapat memberikan value creation atau value enhancement," ujarnya.

Saat ini, Jasa Marga sudah mempersiapkan 21 aset Jalan Tol untuk menggaet investor. Donny mengatakan, 21 underlying asset tersebut akan menjadi objek atau dasar transaksi dalam investasi. Meski begitu, sebagai tahap awal, Jasa Marga belum melakukan transaksi sepenuhnya.

"Underlying Asset sendiri ready sebetulnya dari sisi kesiapan asetnya. Tapi untuk tahap awal ini, apa sih aset-aset yang bisa menjadi sebagai tahap pertama untuk dilakukan recycling (daur ulang)," tutur dia.

Manajemen mencatat, aset yang sudah dipersiapkan bisa saja akan menggantikan aset lain. Hal ini tergantung ketentuan dalam skema transaksi LPI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini