Wall Street Hijau, Indeks Nasdaq Terangkat Saham Teknologi

Rabu 10 Maret 2021 07:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 278 2375299 wall-street-hijau-indeks-nasdaq-terangkat-saham-teknologi-hM42tx5hV7.jpg Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan Nasdaq melonjak hampir 4% menutup kerugian besar sesi sebelumnya karena imbal hasil obligasi AS mundur dan investor memburu saham-saham teknologi yang telah babak belur.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 30,30 poin atau 0,10% menjadi berakhir di 31.832,74. Indeks S&P 500 meningkat 54,09 poin atau 1,42%, menjadi ditutup pada 3.875,44 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir melonjak 464,66 poin atau 3,69%, menjadi 13.073,82 poin, mencatat hari terbaiknya sejak November, demikian dilansir Antara, Rabu (10/3/2021).

Baca Juga: Wall Street Ditutup Mixed, Nasdaq Anjlok 2,41%

Tujuh dari 11 sektor utama indeks saham S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor consumer discretionary dan teknologi masing-masing terangkat 3,8% dan 3,41%, memimpin kenaikan. Di sesi sebelumnya, kelompok teknologi tersebut merosot 2,46%.

Saham-saham raksasa teknologi AS, atau yang disebut grup FAANG dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan induk perusahaan Google, Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi.

Baca Juga: Pasar Saham AS Diramal Membaik, Eropa Masih Abu-Abu

Sementara itu, saham Tesla melonjak 19,6%, menghentikan penurunan lima hari beruntun setelah aksi jual mendorong sahamnya terjun 37% dari tertinggi Januari pada Senin (8/3/2021). Tesla Inc melonjak paling tinggi dalam hampir setahun.

Saham Amazon.com Inc dan Microsoft Corp membukukan kenaikan satu hari terbesar dalam lima minggu. Bintang-bintang teknologi menderita kerugian tajam dalam beberapa pekan terakhir karena kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan kekhawatiran atas penilaian tinggi mereka.

Berita bahwa paket bantuan virus corona senilai 1,9 triliun dolar AS mendekati persetujuan akhir memicu lonjakan imbal hasil pada Senin (8/3/2021), mendorong Nasdaq yang padat teknologi menjadi berakhir lebih dari 10% di bawah penutupan tertinggi 12 Februari, mengonfirmasi koreksi untuk indeks.

Imbal hasil surat utang AS bertenor 10 tahun turun ke level 1,523% setelah melayang di dekat tertinggi 13 bulan di 1,613% pada Senin (8/3/2021). Imbal hasil jangka panjang telah melonjak selama sebulan terakhir karena investor memperkirakan rebound yang lebih cepat dan inflasi lebih tinggi yang diperkirakan pada awal tahun.

Pasar menyesuaikan dengan tingkat suku bunga baru, kata Kristina Hooper, kepala strategi pasar global di Invesco di New York.

Perusahaan-perusahaan yang produk dan jasanya diminati saat ekonomi sedang baik, yang dikenal sebagai saham siklikal, dan saham-saham berkapitalisasi kecil akan berkinerja baik tahun ini, katanya. Saham-saham teknologi akan mengakhiri tahun lebih tinggi tetapi tidak menjadi pemimpin seperti pada reli tahun lalu.

"Hari ini (imbal hasil) 10 tahun turun sedikit, dan itu mengurangi tekanan valuasi, jadi teknologi berkinerja baik," kata Hooper. “Pasar hampir merasa nyaman pada tingkat suku bunga ini.”

Kenaikan suku bunga secara tidak proporsional merugikan perusahaan-perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi karena mereka dinilai berdasarkan laba yang diharapkan bertahun-tahun ke depan daripada keuntungan yang diperoleh dalam jangka pendek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini