NEW YORK - Wall Street berakhir dua arah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Dua indeks utama Wall Street, S&P 500 dan saham blue chip pada Dow Jones mencapai rekor tertinggi. Sedangkan Nasdaq menurun.
Penguatan S&P 500 dan Dow, setelah data harga konsumen untuk Februari meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Selain itu, sentiment positif setelah Kongres memberikan persetujuan untuk langkah stimulus ekonomi terbesar dalam sejarah AS.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Mixed, Nasdaq Anjlok 2,41%
Dow Jones Industrial Average naik 1,45% menjadi 32.295,71 poin, sedangkan S&P 500 naik 0,60% menjadi 3.898,73. Komposit Nasdaq turun 0,04% menjadi 13.068,83.
Lonjakan ekonomi yang diharapkan setelah vaksin virus corona diluncurkan dan stimulus fiskal terbesar telah memicu kekhawatiran inflasi dan lonjakan imbal hasil Treasury. Hal ini menyebabkan Nasdaq jatuh sebanyak 12% dari rekor penutupan 12 Februari.
Baca Juga: Wall Street Hijau, Indeks Nasdaq Terangkat Saham Teknologi
"Pasar tampak bingung dan Departemen Keuangan menguat tetapi itu tampaknya tidak memberikan dorongan untuk teknologi (saham)," kata Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott, Mark Luschini, dilansir dari Reuters, Kamis (11/3/2021).
Investor mengalihkan dana dari saham teknologi dengan valuasi tinggi ke kelompok lain, seperti energi dan keuangan. Di mana saham sektor tersebut dinilai terlalu rendah dan lebih berperan pada peningkatan ekonomi di dunia pasca-Covid.