Share

RI Siapkan Tenaga Ahli Percepat Energi Baru Terbarukan

Oktiani Endarwati, Koran SI · Kamis 11 Maret 2021 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 320 2376100 ri-siapkan-tenaga-ahli-percepat-energi-baru-terbarukan-Gs8jfuBktv.jpg Energi terbarukan (Okezone0

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni agar bisa beradaptasi langsung dengan dunia kerja. Serta mampu menjawab tantangan percepatan Energi Baru Terbarukan di Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo mengatakan, SDM merupakan perangkat utama bagi investor merasakan manfaat berinvestasi di energi bersih.

 Baca juga: Kembangkan Energi Terbarukan, Daerah Ini Miliki Sumber Angin Tak Terbatas

"Kita selalu terfokus pada aspek teknis, sumber daya alam, teknologi dan proses bisnis yang mendapat banyak sorotan. Apabila kita berbicara konteks yang lebih luas, semua yang kita sebutkan tadi tidak lepas dengan keterlibatan SDM yang ada di dalamnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/3/2021).

Prahoro menegaskan, kualitas SDM yang andal diharapkan mampu mendongkrak institusi yang produktif, inovatif, dan kompetitif. Untuk itu, kolaborasi pemerintah dan swasta merupakan sesuatu yang tidak bisa hindarkan.

 Baca juga: Energi Baru Terbarukan Tak Akan Habis 100 Tahun

"Pemerintah harus bisa mengadopsi teknologi dan kolaborasi apa akan kita kembangkan," imbuhnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Selain peningkatan kapasitas SDM, ada beberapa tantangan yang penting dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan iklim investasi EBT. Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Arcandra Tahar mengungkapkan, peralihan energi fosil menuju energi terbarukan membutuhkan terobosan baru. "Perlu sebuah batu loncatan kalau kita mau beralih dari energi fosil masih menjadi energi hijau," kata Arcandra.

Menurut Arcandra, pengembangan energi terbarukan akan berhasil bila mampu mengatasi permasalahan -permasalahan seperti proyeksi kebutuhan listrik, finansial, perizinan, pembebasan lahan, smart grid, dan insentif pajak dan fiskal.

"Permasalahan ini juga yang diatasi Eropa dan Amerika dalam melihat perkembangan EBT. Perusahaan-perusahaan Eropa beralih dari perusahaan fosil menuju perusahaan EBT. Tapi di Amerika, mereka tidak mengubah bisnis mereka, tapi melakukan dekarbonisasi," jelas Arcandra.

Khusus persoalan finansial, Arcandra menyoroti bagaimana pemerintah mampu mengatasi tarif, suku bunga (interest rate), jaminan atau collateral, skala proyek, dan kapasitas pengembang. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor asing.

"Tidak banyak SDM yang punya skill di sektor EBT, kalaupun ada skillnya belum sama sehingga ini menjadi pekerjaan rumah bagi PPSDM EBTKE untuk mengoptimalkan potensi SDM tersebut menjadi tenaga-tenaga terampil," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini