Prodia Bukukan Laba Rp268,7 Miliar di Tengah Covid-19

Senin 15 Maret 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 278 2377900 prodia-bukukan-laba-rp268-7-miliar-di-tengah-covid-19-m8B31ZxfJ5.jpg Prodia Bukukan Laba 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp268,74 miliar atau tumbuh 27,8% dibanding 2019 sebesar Rp210,26 miliar. Sehingga laba per saham dasar naik menjadi Rp286,66 dibandingkan di akhir tahun 2019 tercatat sebesar Rp224,28.

Direktur Utama PRDA Dewi Muliaty mengatakan, pencapaian ini menunjukkan ketahanan model bisnis, kokohnya bisnis inti dan keunggulan operasional Prodia.

“Kami terus beradaptasi terhadap dinamika situasi terkini dengan tetap fokus pada optimalisasi produktivitas, pengendalian biaya, pemanfaatan teknologi untuk peningkatan layanan bagi pelanggan, dan menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba,” ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Senin (15/3/2021).

Baca Juga: Laba Prodia Naik 19,8% Sepanjang 2019

Selain pertumbuhan laba bersih, perseroan juga membukukan pendapatan bersih meningkat sebesar 7,4% menjadi Rp 1,873 triliun dibandingkan dengan tahun 2019 tercatat sebesar Rp 1,744 triliun. Rincinya, segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sekitar 61,2% kepada pendapatan perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 38,8% terhadap pendapatan perseroan.

Baca Juga: Prodia Widyahusada Bagi Dividen Rp93,57/Saham

Sepanjang tahun 2020, jumlah pemeriksaan mencapai 14 juta dan jumlah kunjungan mencapai 3,1 juta. Jumlah permintaan tes esoterik mengalami peningkatan sebesar 191,5% pada tahun 2020 menjadi 1,6 juta tes. Pendapatan tes esoterik mengalami peningkatan sebesar 131,8% pada tahun 2020 menjadi Rp 700,3 miliar.

Perseroan juga terus berkontribusi dalam membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 melalui penyediaan tes pemeriksaan Covid dengan metode rapid test, tes serologi antibodi EIA, dan PCR Covid-19. Pada tahun 2020, perseroan telah melayani lebih dari 1 juta pemeriksaan Covid-19 di Indonesia.

Tahun ini, perseroan fokus mengejar ketertinggalan di tahun 2020. Menurut Dewi Muliaty, kinerja perusahaan di tahun ini akan bergantung pada outlook makro ekonomi Indonesia serta perkembangan penanganan virus Covid-19 di tanah air.

"Proyeksi 2021 tergantung dari outlook makro ekonomi yang dipasang pemerintah berada di rentang 4% sampai 5%. Banyak analis dari lembaga lain, optimis jika Indonesia bisa melaju di rentang 4% sampai 6% tahun 2021, maka Prodia melihat bisa bertumbuh dua kali dari rentang minimal itu," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini