RI Masih Terkurung di Middle Income Trap akibat Covid-19

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 320 2378774 ri-masih-terkurung-di-middle-income-trap-akibat-covid-19-e3tdNijMyf.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia masih terjebak dalam jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Indonesia makin sulit keluar dari jebakan tersebut karena pandemi covid-19 yang berkepanjangan.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) telah mengeluarkan Visi Indonesia pada 2045 sebagai negara yang maju yang keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

Baca Juga:  Awas Ada Jebakan, RI Sulit Jadi Negara Maju

Untuk meraih hal tersebut ada serangkaian hal yang harus dicapai, salah satunya pertumbuhan domestik bruto (PDB) Indonesia dipatok mencapai USD13,162 per kapita pada 2036.

Namun, target tersebut harus dikoreksi kembali, sebab adanya pandemi covid-19 membuat visi pemerintah tersebut terganggu.

Baca Juga:  Perjalanan Panjang dan Tantangan Indonesia Jadi Negara Maju di 2045

"Kita menargetkan perekonomian kita pada 2036 apabila pertumbuhan ekonomi kita setiap tahunnya mendekati 6%, maka setidaknya kita sudah masuk di high economies country dengan tingkat pendapatan yang sudah graduate dari middle income trap . Tapi karena ada pandemi covid-19 tingkat pertumbuhan ekonomi kita bergeser sehingga perlu ada koreksi kembali," kata Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dalam seminar secara virtual, Selasa (16/3/2021).

Dia menjelaskan, target PDB sebesar USD 13,162 perkapita dapat tercapai apabila pertumbuhan ekonomi rata-rata di angka 6%, dan pertumbuhan sektor manufaktur berada dikisaran 6,3%, serta kontribusi manufaktur ke PDB 26%, dan jika pertumbuhan sektor pertanian rata-rata 3,1%.

"Tapi Target USD13,162 itu harus di koreksi karena pandemi dan tentunya akan dibawah itu," jelasnya

Dia mengatakan, sesungguhnya pada awal 2020, Indonesia sudah masuk di upper middle income country dengan menembus PDB sekitar USD 4,100. Namun, karena pandemi Indonesia harus kembali lagi kembali ke lower middle income.

"Kita terkoreksi USD 3.900 kalo tingkat pertumbuhan ekonomi kita hanya seperti hari ini tentu sulit mencapai angka USD 13.000," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini