Share

Ekspor Udang Jadi Andalan RI, KKP Libatkan Milenial

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 320 2378906 ekspor-udang-jadi-andalan-ri-kkp-libatkan-milenial-GDyQqNGEu3.jpg Udang (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), membuat program tambak milenial atau Millenial Shrimp Farming (MSF) di Situbondo Jawa Timur. Program tersebut sebagai percontohan budidaya udang vaname yang melibatkan kaum milenial.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan bahwa konsep tambak milenial ini memiliki beberapa keunggulan dengan tetap memperhitungkan keberlanjutan lingkungan dan juga keberlanjutan usaha.

Baca Juga: Tingkatkan Produksi Udang, KKP Gandeng Amerika

"MSF ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya konstruksi lebih murah kalau dibandingkan dengan tambak konvensional, operasionalnya juga mudah, manajemen risikonya lebih rendah, sudah menerapkan digitalisasi data operasional, dan yang tak kalah penting, memperhitungkan keberlanjutan usaha dan lingkungan. Karena dalam satu klasternya harus memiliki unit pengolahan limbah, kolam tandon dan juga kolam sedimentasi," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/3/2021).

Baca Juga: RI Bisa Jadi Raja Udang, Begini Prospek Bisnisnya

Program tambak milenial tersebut untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Diperlukan pengembangan perikanan budidaya yang didukung kajian ilmiah dan perencanaan bisnis yang matang.

"Seperti kita ketahui, perikanan budidaya mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. KKP mendapat mandat untuk mengoptimalkan produksi perikanan budidaya, sebanding dengan potensi yang dimiliki," ungkap Menteri Trenggono.

Menteri Trenggono juga menjelaskan bahwa KKP fokus pada produk eskpor komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu udang, lobster dan rumput laut.

Menurutnya, komoditas udang dipilih menjadi prioritas berdasarkan data ekspor periode 2020. Diketahui, volume ekspor udang Indonesia mencapai 239.227 ton, dengan nilai USD2,04 miliar.

"Diperlukan para kaum milenial yang memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi terutama dalam dunia industri 4.0. Kita ini punya potensi besar, sehingga perlu kita libatkan kaum milenial untuk mengenal dan terjun langsung dalam dunia akuakultur," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini