Pelemahan masih berlanjut hingga Selasa (16/03) dan Rabu (17/03), didorong oleh rilisnya beberapa laporan keuangan karena banyak kinerja perusahaan turun selama pandemi tahun lalu.
Sementara itu, pergerakan IHSG pada Kamis (18/03) berhasil menguat +1,12% yang merefleksikan optimisme dan euforia dari pergerakan indeks global di mana sebelumnya Wall Street ditutup menguat.
“Penguatan Wall Street sendiri didorong oleh keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga di level 0% - 0,25% serta kebijakan pembelian obligasi sebesar USD 120 miliar yang tidak akan diubah hingga 2023. Hal ini sempat menjadi kekhawatiran sebelumnya karena ekonomi diperkirakan sudah mengalami pemulihan. Optimisme ini turut dirasakan investor domestik, didorong oleh keputusan BI mengenai suku bunga yang mengikuti langkah The Fed untuk mempertahankan kebijakannya di level 3,5%,” jelas Catherina.