IHSG pada Jumat (19/03) menguat tipis +0,13% ke level 6.356,16 di mana penguatan tersebut masih didukung oleh net foreign buy mencapai Rp512,44 miliar meskipun sebelumnya sempat melemah. Lebih lanjut, dia menjelaskan pelemahan itu merefleksikan pelemahan pada bursa Wall Street yang disebabkan oleh peningkatan dari 10-year treasury bond yield ke level 1,7%. Di sisi lain, sektor – sektor yang berhasil menguat hanya konsumsi, industri dasar dan aneka industri.
Technical Analyst MNC Sekuritas T. Herditya Wicaksana mengungkapkan untuk pekan depan, pihaknya memperkirakan IHSG akan menguji area 6.380 dengan support di 6.320. Sebaiknya investor tetap waspadai resistance yang berada di 6.400.
"Jika IHSG belum sanggup menembus area tersebut, maka IHSG masih rawan terkoreksi. Untuk pekan depan belum akan ada rilis data ekonomi, namun investor bisa memperhatikan beberapa aksi korporasi, seperti BMRI ( Cum dividend date Rp220,27/ lembar), BBYB ( Rights issue cum date Rp100/ lembar), dan RUPS sejumlah emiten, yaitu FASW, BBRI, SAPX, TECH, DEWA dan BNII," ungkap Herditya.
Informasi selengkapnya mengenai saham pilihan untuk menghadapi market pekan depan dapat kamu peroleh melalui live streaming program “Morning Meeting” di YouTube Channel MNC Sekuritas. Program ini berlangsung dari pukul 08.15 – 08.45 WIB setiap hari bursa! Jadi, kamu sudah punya bekal informasi sebelum memulai aktivitas trading saham!
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.