Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Blusukan ke Stasiun Pasar Senen, Said Aqil: Dulu 90-an Kotor dan Kumuh

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 19 Maret 2021 |13:06 WIB
Blusukan ke Stasiun Pasar Senen, Said Aqil: Dulu 90-an Kotor dan Kumuh
Said Aqil Jadi Komut KAI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komisaris Utama merangkap sebagai Komisaris Independen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Said Aqil Siroj kembali blusukan langsung ke lapangan dengan meninjau Stasiun Pasar Senen.

Dalam peninjauan tersebut Said Aqil Siroj didampingi oleh dewan komisaris KAI lainya , Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dan jajaran direksi lainya.

Ini kedua kalinya, Said Aqil terjun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan. Setelah sebelumnya sempat meninjau proyek kereta Laju Raya Terpadu atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek beberapa waktu lalu.

Said Aqil Siroj hadir untuk melihat secara langsung serta memastikan pelayanan di stasiun tersebut sudah berjalan dengan baik.Pengecekan di stasiun mulai dari alur penumpang, ruang tunggu, tempat boarding, peron, kereta penumpang, hingga di kabin masinis.

Baca Juga: Resmi! Ketua Umum PBNU Said Aqil Jadi Komut KAI

Usia melakukan peninjauan, Said Aqil mengaku jika kondisi Stasiun Pasar Senen saat ini sangat nyaman dan bersih dibandingkan pada tahun 90-an. Sebab dulu, stasiun ini sangat kontor dan kumuh.

Said Aqil menilai dalam melayani pelanggan di masa pandemi Covid-19 ini, Stasiun Pasar Senen telah menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin yang ketat. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer dan wastafel portabel di titik-titik strategis, pemberian marka untuk physical distancing, dan sebagainya.

“Saya melihat stasiun Pasar Senen kini begitu berbeda dibandingkan ketika saya dulu naik kereta api di tahun 90-an. Dulu sangat kotor dan kumuh, sekarang kita lihat sudah membanggakan, bersih, nyaman, dan aman,” ucapnya dalam keteranganya, Jumat (19/3/2021).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement