Pengakuan Pekerja Goldman Sachs: Kerja 95 Jam Seminggu, Mental Terganggu

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 20 Maret 2021 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 20 622 2381100 pengakuan-pekerja-goldman-sachs-kerja-95-jam-seminggu-mental-terganggu-wcSAhQ7uvQ.jpg Karyawan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Sebuah survei mengejutkan datang dari analis di Goldman Sachs. Hasil survei tersebut memperlihatkan lingkungan kerja di bank investasi tersebut yang buruk, di mana para analis junior harus bekerja rata-rata lebih dari 95 jam tiap minggu dan kerap mendapatkan perlakuan tidak pantas di tempat kerja.

Dikutip dari CNN Business, Sabtu (20/3/2021), survei tersebut dilakukan 13 analis tahun pertama Goldman Sachs. Mereka mengungkapkan hanya tidur lima jam dalam sehari dan mayoritas dari mereka merasa kesehatan mental memburuk sejak mulai bekerja di Goldman Sachs.

Baca juga: Gali Minat dan Kemampuan untuk Merintis Usaha dari Rumah

100% responden mengatakan jam kerja mereka merusak hubungan mereka dengan teman dan keluarga. Sekitar tiga perempat analis mengatakan bahwa mereka merasa telah menjadi korban pelecehan di tempat kerja dan telah mempertimbangkan untuk mencari bantuan untuk masalah kesehatan mental.

"Tubuh saya secara fisik sakit sepanjang waktu dan secara mental saya berada di tempat yang sangat gelap," tulis seorang analis dalam survei tersebut.

 Baca juga; Kisah Ade Nurhayati, Sukses Jual Makaroni Sampai Bisa Beli Rumah

Selain itu, mayoritas analis merasakan tekanan “tenggat waktu yang tidak realistis” dan merasa terkucilkan di dalam rapat. Para analis tersebut sebelumnya mengharapkan jam kerja tepat 9-5, namun hal tersebut tidak terjadi bahkan mereka memohon jam kerja mereka bisa dibatasi 80 jam seminggu.

Pihak bank mengaku telah mendengarkan kekhawatiran karyawannya dan sedang membahas solusi terbaik dari permasalahan tersebut.

"Kami menyadari bahwa orang-orang kami sangat sibuk, karena bisnis kuat dan volume berada pada level bersejarah. Setahun setelah Covid, orang-orang dapat dimaklumi cukup tegang, dan itulah mengapa kami mendengarkan kekhawatiran mereka dan mengambil banyak langkah untuk mengatasinya," tutur manajemen bank.

Goldman Sachs, dan bank-bank Wall Street lainnya, terkenal dengan gaji dan bonus yang sangat tinggi. Keluhan dalam survei tersebut bertentangan dengan citra yang lebih santai yang ingin ditampilkan oleh bank-bank Wall Street dalam beberapa tahun terakhir. Bank-bank tersebut telah melonggarkan ketentuan berpakaian formal dan kebijakan cuti diperluas.

Bank tersebut juga memiliki kebijakan “Saturday Rule”, di mana para bankir junior keluar dari kantor Jumat pukul 9 malam sampai Minggu pukul 9 pagi. Namun sayangnya analis junior mengungkapkan kebijakan tersebut tidak selalu diterapkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini