Share

Jadi Ketum MES, Wapres Beri PR Setumpuk untuk Erick Thohir

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 Maret 2021 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 320 2382152 jadi-ketum-mes-wapres-beri-pr-setumpuk-untuk-erick-thohir-r6o1uCeHJD.jpg Wapren Lantik Pengurus MES. (Foto: Okezone.com/Setwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk aktif menggerakan dan membangun ekonomi umat. Salah satu caranya dengan memberdayakan ekonomi pesantren.

Menurut Wapres, pesantren memiliki potensi yang cukup besar dalam membangun dan mengembangkan ekonomi umat. Oleh karena itu, MES diharapkan bisa memberikan pembinaan pada pesantren.

“Selain itu, pesantren memiliki potensi besar dalam membangun dan menggerakkan ekonomi umat. Saya mengharapkan agar MES dapat aktif dalam membina dan memberdayakan ekonomi pesantren,” kata Wapres dalam acara pelantikan pengurus MES secara virtual, Senin (22/3/2021).

Baca Juga: Masih Jauh dari Harapan, Wapres Ungkap Tantangan Pengembangan Ekonomi Syariah

MES juga diharapkan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi . Sehingga bisa tercapainya ekonomi syariah yang inklusif.

“MES diharapkan memanfaatkan perkembangan teknologi secara optimal dalam mendorong tercapainya ekonomi syariah yang inklusif,” kata Wapres.

Ma’ruf juga meminta seluruh jenjang kepengurusan diharapkan berperan aktif dalam mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional. Misalnya adalah dengan melibatkan MES di wilayah dan daerah agar akselerasi pembangunan ekonomi syariah berjalan masif.

“MES di berbagai wilayah dan daerah diharapkan aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat,” kata Ma’ruf.

Sementara itu, pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) telah dilantik pada hari ini. Pengurus MES ini akan menjabat untuk periode waktu 1442-1445 Hijriah atau periode 2021-2023.

Usai dilantik, Ma’ruf Amin berpesan agar kehadiran MES harus bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. Artinya, MES harus bisa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas permasalahan yang ada

“Sehubungan dengan itu, sebagaimana diamanatkan dalam Musyawarah Nasional V kemarin, kehadiran MES harus bisa lebih dirasakan oleh umat. Artinya, MES harus bisa hadir di tengah-tengah masyarakat dan turut aktif menyediakan solusi atas berbagai permasalahan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Pesan Wapres ke Erick Thohir: MES Harus Jadi Penggerak Usaha Syariah

Oleh karena itu lanjut Ma’ruf, dirinya berhadap agar pengurus MES bisa segera menyusun program kerjanya. Namun dirinya meminta program kerja tersebut harus berdampak besar bagi umat.

“Pengurus Pusat MES diharapkan segera menyusun rencana program kerja yang efektif, solutif, dan berdampak besar (high impact),” kata Ma’ruf

Menurut Ma’ruf Amin, kondisi sosial dan ekonomi umat masih jauh dari harapan. Hal ini bisa terlihat dari beberapa kasus yang terjadi di Indonesia maupun global.

Misalnya adalah masih adanya kesenjangan ekonomi yang bahkan semakin melebar. Kemudian, ditambah dengan adanya pandemi covid-19 yang semakin memperlambat laju ekonomi.

“Kondisi sosial dan ekonomi umat masih jauh dari harapan. Pada kondisi sosial dan ekonomi dimaksud, di antaranya mencakup adanya kesenjangan ekonomi yang dirasakan makin melebar,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan ekonomi juga belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Ditambah tingkat literasi masyarakat dalam mengakses sumber daya ekonomi juga masih sangat rendah

Di sisi lain, berbagai upaya pemberdayaan ekonomi umat oleh organisasi-organisasi Islam masih tertatih-tatih. Karena pengembangan ini terkendala terbatasnya sumber daya termasuk permodalan.

“Pembangunan ekonomi yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Tingkat literasi masyarakat dalam hal mengakses sumber daya ekonomi, termasuk pengetahuan terhadap ekonomi dan keuangan syariah, masih rendah,” jelasnya.

Sementara itu, di faktor global, presepsi bahwa islam adalah agama konflik dan kekerasan masih ada. Selain itu, masih adanya upaya membenturkan keislaman dengan kebangsaan, keislaman dengan sains teknologi, serta keumatan dengan kemasyarakatan.

“Masih ada fenomena Islamofobia terutama di AS dan Eropa,” kata Ma’ruf.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini