Proyek 35.000 Mw Menghambat Energi Baru Terbarukan

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 22 Maret 2021 20:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 320 2382243 proyek-35-000-mw-menghambat-energi-baru-terbarukan-I4le9GXCUi.jpg Proyek 35.000 Mw Hambat Energi Terbarukan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, proyek 35.000 megawatt (MW) masih menjadi kendala dalam mencapai bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025.

"Memang kendalanya adalah pasokan dari proyek 35.000 MW di mana di situ mayoritas didominasi batu bara," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (22/3/2021).

Baca Juga: Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbarukan, Segini Banyaknya

Arifin menjelaskan, saat ini porsi pemanfaatan EBT pada bauran energi nasional baru mencapai 11,2% di mana batu bara masih dominan 38%, minyak bumi 31,6%, dan gas bumi sebesar 19,2%.

"Sebagai upaya percepatan fokus kepada pembangunan EBT yang cepat seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan bahan bakar nabati," ungkapnya.

Baca Juga: RI Siapkan Tenaga Ahli Percepat Energi Baru Terbarukan

Kapasitas terpasang untuk pembangkit listrik sampai tahun 2025 ditargetkan sebesar 101,6 GW yang terdiri dari 72 GW kapasitas terpasang saat ini ditambah dengan 29,6 GW sesuai draft RUPTL usulan pemerintah dengan target penambahan pembangkit EBT sebesar 11,7 GW.

"Beberapa upaya dalam rangka mempercepat penambahan EBT antara lain penambahan kapasitas EBT dengan fokus pada PLTS, substitusi energi primer, konversi energi primer fosil, dan pemanfaatan EBT non listrik atau non BBM," jelas Arifin.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini