Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amazon Untung Besar tapi Gaji Tak Naik, Pekerja Mogok Nasional

Amazon Untung Besar tapi Gaji Tak Naik, Pekerja Mogok Nasional
Pekerja Amazon Mogok Kerja (Foto: VOA Indonesia/AFP)
A
A
A

JAKARTA - Para pekerja Amazon di Italia melakukan aksi mogok kerja nasional pertama ketika serikat pekerja mengklaim selama pandemi virus corona atau Covid-19, karyawan dipaksa bekerja lebih keras dari sebelumnya.

Raksasa perusahaan e-commerce AS itu mempekerjakan sekitar 9.500 orang di Italia, tetapi serikat pekerja mengatakan pemogokan itu juga melibatkan pemasok dan para pengemudi pengantar.

Dalam pernyataan bersama, serikat pekerja mengatakan karyawan disebut "sangat diperlukan" tetapi "tidak diperlakukan seperti itu," serta menyebut mereka "pasukan yang terdiri dari sekitar 40.000 pekerja yang tidak pernah berhenti." Demikian seperti dilansir VOA Indonesia, Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga: Amazon Digugat karena Isu Keselamatan Kerja 

Serikat pekerja Filt Cigl, Fit Cisl dan Uiltrasport mengklaim bahwa rata-rata 75% pekerja tidak bekerja, dan bertambah menjadi 90% di beberapa daerah.

"Amazon mendapat keuntungan besar berkat ledakan era pandemi dalam perdagangan online dan merupakan hal yang tepat seharusnya berbagi sebagian dari keuntungan ini," kata serikat pekerja dalam sebuah pernyataan.

Pekerja harus diberi beban kerja yang lebih rendah, gaji yang lebih baik, hak berserikat yang lebih besar dan ganti rugi jika mereka menderita Covid-19, kata serikat pekerja yang menuduh Amazon menolak untuk berbicara dengan mereka.

Serikat pekerja itu mengatakan para pengemudi berada di bawah tekanan besar karena pesanan online melonjak selama pandemi, mengirimkan sebanyak 180-200 paket per hari.

Sejalan dengan berlanjutnya keuntungan, tekanan terhadap Amazon meningkat selama setahun terakhir untuk meningkatkan gaji dan kondisi kerja.

Country manager Amazon Mariangela Marseglia mengatakan perusahaan menghormati hak pekerja untuk "menyatakan sikap mereka."

Perusahaan yang berbasis di Seattle, AS itu menurut Marseglia menawarkan "tempat kerja yang aman, modern, dan inklusif, dengan gaji kompetitif yang termasuk tertinggi dalam industri, kesejahteraan, dan peluang besar untuk pertumbuhan karier."

Bulan lalu, Amazon mengatakan laba pada kuartal keempat tahun 2020 lebih dari dua kali lipat menjadi USD7,2 miliar dari periode tahun lalu, sementara pendapatan naik 44% mencapai rekor USD125,6 miliar.

Perusahaan itu minggu lalu mengumumkan pembukaan pusat distribusi baru di Italia utara dan menciptakan 900 pekerjaan baru, memperbesar tenaga kerjanya menjadi 10.400 orang.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement