Utang Pemerintah Rp6.361 Triliun tapi Sri Mulyani Cuma Ditawari Pinjol Rp5 Juta

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 23 Maret 2021 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 320 2382901 utang-pemerintah-rp6-361-triliun-tapi-sri-mulyani-cuma-ditawari-pinjol-rp5-juta-G9V0i5WDfP.jpg Utang Indonesia Meningkat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sering mendapatkan tawaran utang online lewat SMS. Hal ini membuat Sri Mulyani kesal.

Tawaran utang ini bukan angka yang besar, melainkan sebesar Rp1 juta hingga Rp5 juta. Sri Mulyani kesal lantaran harus menghapus SMS dari nomor yang tidak dikenal dan meresahkan.

Baca Juga: Sri Mulyani Tarik Utang Rp273 Triliun, Naik 135%

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah mencapai Rp6.361 triliun per akhir Februari 2021. Jumlah tersebut naik Rp127,87 triliun jika dibandingkan bulan Januari yang mencapai Rp6.233,13 triliun

"Sekarang banyak yang tawarkan, Anda butuh dana cepat? Itu HP saya tiap hari harus hapus-hapus kayak gitu. Anda butuh Rp1 juta, Rp5 juta, kalau kamu punya BPKB rumah, jaminan dan sebagainya,” ujar Sri Mulyani dalam webinar Indonesia Data and Economic Conference 2021 di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga: Utang Pemerintah Tembus Rp6.361 Triliun, 2,4 Kali Kekayaan Bezos

Kendati demikian, maraknya tawaran utang online ini kata Sri Mulyani tidak terlepas dari kemajuan teknologi finansial atau fintech, yang memudahkan masyarakat mencari pinjaman uang secara cepat dan online.

Namun, Sri Mulyani mengingatkan agar masyarakat mewaspadai fintech ilegal. Jika tidak, fintech ilegal ini akan berdampak buruk ke depannya.

"Maka dari itu saya meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar terus melakukan edukasi kepada masyarakat, supaya mereka tahu mana yang legal dan mana yang tidak. Fintech sekarang sudah muncul orang seperti tengkulak, sekarang tengkulaknya coming to your handphone," cetus Sri Mulyani.

Namun, dia mengakui bahwa kemajuan teknologi tersebut memang tidak dapat dihindari. Dari sisi positifnya, keberadaan platform digital ini bisa meningkatkan inklusivitas keuangan di Indonesia.

"Sebagai pembuat kebijakan, tentunya saya harus menerima perkembangan dan kemajuan tersebut. Saya sangat humble, eventhough saya sudah lama jadi Menteri Keuangan. Kita akan perbaiki ekosistem keuangan kita seiring perkembangan, saya humble dengan fenomena ini," tukas Sri Mulyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini