Share

5 Fakta Investment Grade dan Pemulihan Ekonomi Indonesia

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 27 Maret 2021 05:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 320 2384419 5-fakta-investment-grade-dan-pemulihan-ekonomi-indonesia-UPzEaCq8oL.jpg Investment Grade Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan Sovereign Credit Rating (peringkat kredit) Indonesia pada peringkat BBB (investment grade) dengan outlook yang stabil pada 19 Maret 2021. Menurut Fitch, faktor kunci yang mendukung afirmasi peringkat Indonesia adalah prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang rendah, meskipun meningkat.

Okezone telah merangkum beberapa fakta terkait pencapaian pemulihan ekonomi Indonesia dalam peringkat investment grade tersebut, Sabtu(27/3/2021).

1. Penanganan ekonomi Indonesia sudah on track

Fitch mengkonfirmasi bahwa langkah penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Indonesia berjalan on-track. Sejak mulainya pandemi global di awal 2020, sudah ada 124 negara yang mengalami penurunan rating.

Baca Juga: Japan Credit Rating Pertahankan Investment Grade Indonesia di Tengah Covid-19

Mengutip Keterangan Tertulis, Jakarta, Selasa (23/4/2021), Indonesia dianggap mampu menahan guncangan (shock) akibat pandemi tanpa dampak negatif bagi arah perekonomian jangka menengah. Indonesia dinilai mampu menciptakan prospek pertumbuhan jangka menengah dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB yang relatif terjaga.

2. Kata Gubernur BI

Menanggapi keputusan Fitch tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan, afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil merupakan bentuk pengakuan stakeholder internasional atas stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: R&I Tetapkan Peringkat Investment Grade untuk Indonesia

"Hal ini didukung oleh kredibilitas kebijakan dan sinergi bauran kebijakan yang kuat baik secara nasional maupun antar lembaga anggota KSSK yaitu Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan," kata Perry di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta terus bersinergi dengan Pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.

3. Ekonomi Indonesia Pulih Bertahap

Reformasi struktural yang dijalankan pemerintah memberi harapan bahwa Indonesia akan beranjak mencapai level yang semakin kompetitif dibanding negara peers – kategori 'BBB' – baik dalam indikator tata kelola maupun dalam tingkat PDB per kapita.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah tersebut, Fitch optimis terhadap proses pemulihan ekonomi Indonesia. Fitch memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia akan pulih bertahap sebesar 5,3% di tahun 2021 dan 6,0% di tahun 2022, setelah terkontraksi 2,1% pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

4. Dampak Pandemi pada Kondisi Fiskal Indonesia Tidak Parah

Fitch memproyeksikan konsolidasi fiskal akan berjalan secara gradual, defisit fiskal akan menyempit di 2021 menjadi 5,6% dari 6,1% di 2020. Konsolidasi fiskal harus diteruskan di tahun 2022, setelah dampak pandemi mereda.

Dengan dukungan luas di seluruh spektrum politik dan rekam jejak akumulasi utang yang rendah dibandingkan negara peers, rencana pemerintah kembali ke pagu defisit 3% pada tahun 2023 menjadi sangat rasional. Dampak pandemi pada kondisi fiskal Indonesia tidak separah negara peers. Pelebaran defisit fiskal pada 2020 lebih kecil dibanding median ‘BBB’. Namun, otoritas tetap perlu menjaga kesinambungan fiskal jangka panjang.

5. Tantangan Indonesia

Terlepas dari prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, Fitch menggarisbawahi tantangan yang dihadapi, yaitu ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal yang masih tinggi, penerimaan pemerintah yang rendah, serta perkembangan sisi struktural seperti indikator tata kelola dan PDB per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara lain dengan peringkat yang sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini