BEI Catat Emisi Obligasi dan Sukuk Rp19,09 Triliun

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 27 Maret 2021 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 278 2384936 bei-catat-emisi-obligasi-dan-sukuk-rp19-09-triliun-EXlQRqtGah.jpg Emisi Obligasi dan Sukuk dari 15 Emiten. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2021 adalah 18 emisi dari 15 emiten senilai Rp19,09 triliun.

Dengan pencatatan tersebut maka total emisi obligasi serta sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 479 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp431,71 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 130 emiten. Demikian dikutip dari keterbukaan BEI, Sabtu (27/3/2021).

Baca Juga: BEI Permudah Aturan Penerbitan Sukuk untuk Pendanaan Perusahaan

Sementara untuk Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 142 seri dengan nilai nominal Rp4.126,89 triliun dan USD400,00 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp7,21 triliun.

Pada pekan ini terdapat pencatatan Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap IV Tahun 2021 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk mulai dicatatkan di BEI pada Rabu (24/3/2021). Obligasi tersebut dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp3.253.130.000.000. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi ini adalah idA+ (Single A+). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank KB Bukopin Tbk.

Baca Juga: Transaksi Harian Turun, Kapitalisasi BEI Hanya Rp7.309 Triliun

Menjelang akhir pekan bulan Maret 2021, tepatnya pada Kamis (25/3/2021), perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka secara virtual oleh PT Indo Premier Investment Management (IPIM) dalam rangka Pencatatan Perdana Reksa Dana Indeks Premier ETF FTSE Indonesia ESG (XIFE). XIFE merupakan ETF ke-14 yang diluncurkan oleh IPIM dan merupakan ETF ke-48 di BEI sampai dengan saat ini.

Kali ini, IPIM bekerja sama dengan penyedia indeks global, FTSE Russell, dalam meluncurkan Reksa Dana XIFE yang menggunakan indeks FTSE Indonesia ESG sebagai acuan investasi.

IPIM beranggapan bahwa di tengah kondisi pasar yang sangat dinamis seperti saat ini, ETF dapat dijadikan alternatif instrumen investasi yang tepat oleh investor yang mampu memberikan hasil pasar yang konsisten dengan dinamika resiliensi pasar yang terjadi sampai kurun waktu saat ini.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini