Fakta Utang Indonesia Tembus Rp6.361 Triliun, Ada Warisan Masa Lalu

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 28 Maret 2021 06:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 320 2385022 fakta-utang-indonesia-tembus-rp6-361-triliun-ada-warisan-dari-sby-9rD5KL6n5x.jpg Utang Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah mencapai Rp6.361 triliun per akhir Februari 2021. Jumlah tersebut naik Rp127,87 triliun jika dibandingkan bulan Januari yang mencapai Rp6.233,13 triliun.

Ada sejumlah fakta menarik dari naiknya utang pemerintah. Berikut Okezone merangkumnya pada Minggu (28/3/2021).

1. Utang Pemerintah 2,4 Kali Lipat Kekayaan Bos Amazon

Utang pemerintah tersebut 2,4 kali lipat kekayaan bos Amazon Jeff Bezos yang sebesar USD186,9 miliar atau setara Rp2.616 triliun (dengan kurs Rp14.000 per USD) pada 24 Februari 2021.

Baca Juga: Utang Pemerintah Rp6.361 Triliun tapi Sri Mulyani Cuma Ditawari Pinjol Rp5 Juta

Jika dihitung secara detail, jumlah utang pemerintah yang mencapai Rp6.361 triliun di akhir Februari 2021 ini melonjak signifikan dibandingkan dengan Februari tahun lalu (yoy), yaitu meningkat Rp 1.413 triliun.

2. Kementerian Keuangan Tarik Utang Rp273 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa pemerintah sudah menarik utang sebesar Rp273 triliun per akhir Februari 2021. Angka ini meningkat 135,4% jika dibandingkan realisasi Februari tahun lalu (yoy) sebesar Rp116 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani Tarik Utang Rp273 Triliun, Naik 135%

3. Sri Mulyani Sering Ditawari Pinjol

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sering mendapatkan tawaran utang online lewat SMS. Hal ini membuat Sri Mulyani kesal.

Tawaran utang ini bukan angka yang besar, melainkan sebesar Rp1 juta hingga Rp5 juta. Sri Mulyani kesal lantaran harus menghapus SMS dari nomor yang tidak dikenal dan meresahkan.

4. SBY Wariskan Utang Rp2.700 Triliun ke Jokowi

Utang yang diwariskan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga periode kedua mencapai Rp2.700 triliun. Jumlah itu tercatat naik selama 5-6 tahun kemudian atau di masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini