Lika-liku Impor Beras, Akhirnya Jokowi Pastikan Tak Terjadi hingga Juni 2021

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 27 Maret 2021 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 320 2385099 lika-liku-impor-beras-akhirnya-jokowi-pastikan-tak-terjadi-hingga-juni-2021-lpveUJGaHl.jpg Impor Beras Ditunda. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Polemik impor beras akhirnya selesai, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menundanya. Impor dikabarkan akan dilakukan sebanyak 1 juta ton menjelang Lebaran.

Keputusan impor beras tentu menuai polemik karena berdasarkan data Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa stok beras dalam negeri masih aman dalam beberapa bulan ke depan atau pada Maret, April hingga Mei 2021.

Okezone merangkum beberapa fakta menarik impor beras hingga akhirnya ditunda oleh Presiden, Sabtu (27/3/2021).

1. Mendag Bilang Impor untuk Cadangan

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, beras impor tersebut akan digunakan untuk menambah cadangan beras pemerintah (CBP). Karena beras adalah barang sensitif, pemerintah perlu menjaga ketersediaannya dan stabilitas harga. Dia pun menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan impor beras jika stok dalam negeri bisa dipenuhi para petani.

Baca Juga: Impor Beras Ditunda, Harga Gabah Petani Diharapkan Kembali Stabil

“Kalau panen bagus maka Bulog akan mengisi stoknya itu dari dalam negeri. Jadi jika penyerapan bagus kita tidak perlu impor. Tahun 2019 kita tidak impor, ini mekanisme yang dinamis sekali,” kata Lutfi.

Lutfi menambahkan, Bulog harus mempunyai stok cadangan beras sebesar 1,5 juta ton. Hal ini, katanya, merupakan bagian tugas dari kemendag untuk memastikan stok beras itu ada. Hanya saja, menurut Lutfi, sampai pertengahan bulan Maret 2021 ini Bulog hanya bisa menyerap beras sebesar 85 ribu gabah petani.

“Hitung-hitungan saya stok Bulog itu tidak mencapai 500 ribu. Ini merupakan stok paling rendah dalam sejarah Bulog,” ujarnya.

Baca Juga: Kerjasama Impor Beras Indonesia-Thailand, Buwas: Bukan Urusan Bulog

2. Bulog Bilang Cadangan Beras Banyak dan Tak Perlu Impor

Direktur Utama (Dirut) Bulog Budi Waseso atau Buwas mengatakan, stok beras di gudang Bulog masih sangat aman dan tidak memerlukan impor. Menurut dia, per hari ini cadangan beras pemerintah ada sekitar 902.000 ton. Sedangkan sisa beras impor masih ada sekitar 300.000 ton.

"Sisa beras impor kurang lebih 300.000 ton, tidak ada potensi rusak itu 106.000 ton beras impor, kalau yang di dalam negeri aman. Sampai hari ini, waktu itu Rakortas membahas masalah sisa beras impor ini seperti apa dan harus bagaimana, tidak ada keputusan hingga hari ini. Semuanya dibebankan kepada Bulog, padahal ini cadangan beras pemerintah," ujar Buwas.

3. Jokowi Pastikan Tidak Akan Impor Beras sampai Juni 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa hingga Juni mendatang tidak akan ada beras impor yang masuk ke Indonesia. Apalagi sudah 3 tahun tak ada impor beras masuk ke Indonesia. Dia memastikan pemerintah akan menyerap beras dari petani melalui Bulog serta telah memerintahkan Menkeu untuk membantu penganggarannya.

“Saya pastikan bahwa sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indoensia. Kita tahu sudah hampir 3 tahun ini kita tidak mengimpor beras," kata Jokowi di Jakarta.

Jokowi memastikan beras petani diserap oleh Bulog dan meminta Sri Mulyani membantu anggarannya. Selain itu, dia juga meminta segera hentikan perdebatan yang berkaitan dengan impor beras. Karena hal terseubut dapat memengaruhi harga jual gabah di tingkat petani menjadi anjlok.

"Saya minta segera hentikan perdebatan yang berkaitan dengan impor beras, ini justru membuat harga jual gabah di tingkat petani turun atau anjlok,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini