Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Semen Indonesia Tebar Dividen Rp1,12 Triliun

Taufik Fajar , Jurnalis-Senin, 29 Maret 2021 |18:47 WIB
Semen Indonesia Tebar Dividen Rp1,12 Triliun
RUPST Semen Indonesia Bagikan Dividen (Foto: Dokumen Semen Indonesia)
A
A
A

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG membagikan dividen tunai sebesar Rp1,12 triliun atau 40% dari laba tahun 2020 yang mencapai Rp2,79 triliun.

Sementara itu, sebesar 60% atau Rp1,67 triliun ditetapkan sebagai cadangan lainnya. Keputusan pembagian dividen diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 Semen Indonesia pada hari ini, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Tidak hanya pembagian dividen, dalam RUPST Semen Indonesia juga melakukan perubahan komisaris dan perubahan nomenklatur jabatan Direksi SMGR.

Baca Juga: Laba Semen Indonesia Naik 16,73% di 2020 

Dalam RUPST Semen Indonesia, mengangkat Aas Asikin Idat sebagai Komisaris Independen dan memberhentikan Mochamad Choliq sebagai Komisaris Independen. Semen Indonesia juga mengubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan yaitu semula Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Semen Indonesia yang baru.

Dewan Komisaris Semen Indonesia

Komisaris Utama: Rudiantara

Komisaris: Hendrika Nora Osloi Sinaga

Komisaris: Sony Subrata

Komisaris: Astera Primanto Bhakti

Komisaris: Lydia Silvanna Djaman

Komisaris Independen: Nasaruddin Umar

Komisaris Independen: Aas Asikin Idat

Direksi Semen Indonesia

Direktur Utama: Hendi Prio Santoso

Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha: Fadjar Judisiawan

Direktur SDM & Hukum: Tina T. Kemala Intan

Direktur Pemasaran dan Supply Chain: Adi Munandir

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Doddy: Sulasmono Diniawan

Direktur Produksi: Benny Wendry

Direktur Engineering dan Proyek: Tri Abdisatrijo

Sekadar informasi, pada 2020 SIG berhasil meraih pertumbuhan kinerja yang positif. SIG berhasil mencatatkan kenaikan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 16,73% menjadi Rp2,79 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp2,39 triliun .

Perseroan mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, Beban Pokok Pendapatan tahun 2020 mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan sehingga mampu mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,80%.

Selain itu, Perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga Perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif. Di tengah ketatnya persaingan industri semen dalam negeri, Perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Srilanka dan China.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement