Fenomena Taper Tantrum Terjadi Lagi Tahun Ini?

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 29 Maret 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 320 2385808 fenomena-taper-tantrum-terjadi-lagi-tahun-ini-pEnYHnrkuO.jpg Fenome Taper Tantrum Terjadi Tahun Ini? (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana optimistis fenomena taper tantrum pada 2013 tidak akan terulang di tahun ini. Kondisi 2013 jauh berbeda dengan sekarang.

Taper tantrum merupakan kondisi gejolak pasar ketika bank sentral mulai mengetatkan kebijakan.

"Secara moneter dari Bank Indonesia sudah melakukan hal yang tepat dengan triple intervention dilakukan. Namun dari sisi Pemerintah masih banyak kelemahan," kata Fikri dalam siaran live Market Review di IDX Channel Jakarta (29/3/2021).

Baca Juga: Digitalisasi Jadi Penolong UMKM saat Pandemi, Pengguna QRIS Capai 6,5 Juta Merchant

Kemampuan pemerintah mengelola sentimen yang beredar di masyarakat sangat penting. Salah satu yang utama adalah menjaga stabilitas pemerintahan. Ini termasuk reformasi struktural yang masih butuh waktu dan harus dipercepat.

"Tentu tidak semudah itu melakukan reformasi struktural walaupun sering diucapkan. Khususnya dalam pola hubungan otoritas dan pelaku industri jasa keuangan. Ini harus dipercepat," katanya.

Baca Juga: Gubernur BI: Yuk Belanja agar Ekonomi Pulih

Tidak hanya itu tapi juga dalam hal vaksinasi di Indonesia lebih tertahan progresnya dibandingkan AS. Ini dari pernyataan Menteri Kesehatan pada bulan April, Sinovac hanya tersedia 7 juta dosis. Lalu baru mulai tersedia lagi tanggal 15 April karena adanya kendala mesin di PT Biofarma.

"Vaksinasi Indonesia lebih tertahan dibandingkan di AS," katanya.

Tapi dari sisi faktor makro ekonomi Indonesia sudah jauh lebih baik dari kondisi tahun 2013. Baik dalam kekuatan devisa dan juga dominasi investor ritel lokal di pasar modal Indonesia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini