Apa Kabar Proyek DDT Manggarai-Jatinegara?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 30 Maret 2021 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 320 2386391 apa-kabar-proyek-ddt-manggarai-jatinegara-OR0C7zNU9v.jpg Proyek Jalur Kereta Api. (Foto: Okezone.com/Waskita)

JAKARTA – Proyek Double Double Track (DDT) Manggarai–Jatinegara Paket A Main Line II sudah mencapai 25,8%. Dalam membangun DDT ini, Waskita menggunakan software, seperti OpenRail Designer, OpenBridge Modeler, Context Capture, Lumen RT, dan SYNCHRO 4D.

“Ini menggunakan teknologi Bentley System pada pembangunan fly over kereta api yang menghubungkan Manggarai dan Jatinegara,” kata SVP Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Ratna Ningrum, Selasa (30/3/2021).

Baca Juga: Waskita Jual 30% Saham Tol Medan-Tebing Tinggi ke Investor Hong Kong

"Sehingga kami dapat mengukur jarak dan dimensi yang sebenarnya antara struktur yang dirancang dan struktur eksisting untuk memastikan ketepatan desain, serta membuat visualisasi dan simulasi sequence pekerjaannya,” lanjut Ratna Ningrum.

Baca Juga: Jual Saham Tol Rp824 Miliar, Waskita: Peluang Investasi RI Tak Terhitung

Sebagai informasi, Proyek DDT ini bukanlah proyek pertama Waskita untuk pekerjaan infrastruktur perkeretaapian. Sebelumnya, Waskita pernah menyelesaikan proyek pembangunan Jalur Kereta Api (KA) Manggarai – Bandara Soekarno-Hatta.

Selain itu, Waskita juga pernah menyelesaikan proyek Light Rail Transit Sumatera Selatan yang membentang dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II hingga Jakabaring Sport City. Ke depan Waskita optimistis bisa mengerjakan proyek-proyek menggunakan teknologi BIM lainnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung progres pembangunan proyek DDT Paket A Tahap 1 di Stasiun Jatinegara, pada Sabtu (20/3/2021). Tinjauan dilakukan untuk memastikan proyek pembangunan terus berjalan dengan baik.

Untuk pembangunan gedung Stasiun Jatinegara sendiri sudah selesai 100 persen. Saat ini di Stasiun Jatinegara sudah memiliki fasilitas yang memadai seperti; memiliki empat peron, delapan jalur kereta, bangunan stasiun dua lantai, perpindahan penumpang melalui lantai 2 bangunan stasiun (area concourse), panjang peron dan shelter seragam, dilengkapi fasilitas bagi kaum difable, dan fasilitas lainnya.

"Pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan perkembangan pembangunan perkeretaapian kita. Kita lihat bahwa Stasiun Jatinegara dan jalur keretanya sudah selesai dengan jalur elevated (overtrack station) sehingga pelayanannya menjadi lebih baik. Kita juga akan lakukan ini di Manggarai yang akan menjadi pusat stasiun kereta api jarak jauh,” ujar Budi Karya 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini