Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prancis Lockdown, Harga Minyak Anjlok 2%

Prancis <i>Lockdown</i>, Harga Minyak Anjlok 2%
Harga Minyak Anjlok. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Harga minyak turun sekira 2% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak turun karena penguncian baru di Eropa memicu kekhawatiran konsumsi bahan bakar serta prospek permintaan pesimis dari OPEC dan sekutunya menjelang pertemuan yang akan memutuskan pembatasan produksi.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei, yang kontraknya berakhir Rabu (31/3/2021) menjadi USD63,54 per barel, turun 60 sen atau 0,9%. Kontrak berjangka Brent yang lebih aktif untuk pengiriman Juni tergerus USD1,43 atau 2,2% menjadi USD62,74 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Pulihnya Terusan Suez

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei merosot USD1,39 atau 2,3% menjadi USD59,16 per barel.

Brent anjlok 3,9% pada Maret dan melonjak 22,6% untuk tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret. WTI berkurang 3,8% pada Maret dan terangkat 21,9% selama kuartal tersebut.

Sebenarnya, harga minyak naik karena optimisme pemulihan permintaan setelah vaksin Covid-19 mulai diluncurkan di tahun baru. Namun, harapan berkurang pada Maret di tengah kebangkitan kembali kasus-kasus yang mengancam rumah sakit di negara-negara Eropa dan membatasi permintaan bahan bakar.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Jelang Pertemuan OPEC+

Harga minyak pada perdagangan Rabu pun memperpanjang penurunan setelah Presiden Emmanuel Macron memerintahkan Prancis untuk melakukan lockdown nasional ketiganya dan mengatakan sekolah akan ditutup selama tiga minggu ketika ia berusaha untuk menekan kembali gelombang ketiga infeksi Covid-19.

"Saat itulah pasar melemah," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho Securities, Bob Yawger, dikutip dari Antara, Kamis (1/4/2021).

Selain itu, harga minyak terbebani rencana revisi pengurangan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak OPEC+ untuk tahun ini sebesar 300.000 barel per hari (bph). Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, bersama-sama disebut OPEC+, akan bertemu pada Kamis waktu setempat, guna memutuskan kebijakan produksi.

"Mengingat prospek pesimistis ini, tampaknya kuota produksi akan tetap berlaku selama satu bulan lagi," kata Analis Commerzbank, Eugen Weinberg.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement