Syarat Naik Pesawat: PCR Test Berlaku 3 Hari, GeNose Cuma Sehari

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 320 2387780 syarat-naik-pesawat-pcr-test-berlaku-3-hari-genose-cuma-sehari-dAXUhjyxKO.jpg Syarat Terbang dengan Pesawat Selama Covid-19. (Foto: Okezone.com/AP II)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan nomor 26 tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Aturan ini mengatur persyaratan orang yang mau berpergian ke luar kota.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan, dengan aturan ini, penumpang yang akan melakukan perjalanan, wajib menunjukkan surat bebas covid. Seperti hasil negatif Tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam.

Baca Juga: Jadi Syarat Penerbangan, Ini Daftar 4 Bandara yang Layani Tes GeNose Mulai 1 April

Kemudian hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam.

“Hasil negatif Tes GeNose C19 di Bandar Udara sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam, sebelum keberangkatan,” ujarnya dalam keteranganya, Kamis (1/4/2021).

Sementara untuk penerbangan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimum 2x24 jam. Sementara hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam, sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Pasca Bom Gereja Katedral, Keamanan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Diperketat

Namun, persyaratan tes tersebut tidak berlaku bagi penerbangan angkutan udara perintis, penerbangan angkutan udarar di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), dan penumpang anak-anak yang berusia di bawah lima tahun

Selain itu, Kementerian Perhubhngan terus memantau pelaksanaan perjalanan dan mengingatkan kepada para penyelenggara transportasi udara untuk menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan. Seperti melakukan pemeriksaan RT-PCR maupun Rapid Test Antigen terhadap personil pesawat udara.

Kemudian maskapai juga tidak diperbolegkan untuk memberikan makanan dan atau minuman kepada penumpang pada penerbangan yang berdurasi di bawah dua jam. Terkecuali m untuk kepentingan medis.

“Kemenhub juga terus meminta seluruh masyarakat, otoritas bandara, operator bandara, maskapai dan semua stakeholders tetap terus menerapkan protokol kesehatan 3M,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini