BPS Sebut Masyarakat Mulai Keluyuran, Paling Banyak ke Mal

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 320 2387880 bps-sebut-masyarakat-mulai-keluyuran-paling-banyak-ke-mal-cC4zNv4u2v.jpg Ritel (Reuters)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pergerakan masyarakat meningkat sepanjang bulan Maret 2021. Hal itu tercermin dari grafik mobilitas penduduk.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, ramainya pergerakan orang di bulan maret disebabkan oleh sudah dimulainya vaksinasi nasional.

 Baca juga: Mudik Lebaran Dilarang, Mal Bakal Penuh Sesak?

"Saya akan sedikit sampaikan terkait mobilitas penduduk di bulan Maret 2021. Di bulan Maret kalau kita lihat grafik, untuk mobilitas penduduk di rumah sudah mulai berkurang artinya penduduk atau masyarakat sudah mulai keluar rumah," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam paparan pers virtual, Kamis (1/4/2021).

Kata dia, destinasi atau tujuan perjalanan masyarakat sepanjang bulan Maret didominasi oleh pergerakan menuju pusat belanja ritel, tempat kerja hingga tempat rekreasi.

 Baca juga: Bukan Kejutan Centro Bintaro XChange Mau Tutup

"Di grafik perdagangan ritel belanja kebutuhan sehari-hari, lalu taman, tempat transit, dan tempat kerja mobilitas sudah mulai berani keluar, ditandai dengan pergerakan di perdagangan ritel, rekreasi meski masih negatif namun sudah meningkat. Misalnya di ritel dan rekreasi di Februari masih minus 22%, di Maret ini meningkat minus 17%," bebernya.

Dia menambahkan untuk pergerakan penduduk di tempat belanja kebutuhan sehari-hari, grafiknya sudah mulai positif. Dari semula Februari minus 5,1%, dan Maret sudah positif 1,8%. Untuk mobilitas di taman, di tempat transit dan tempat kerja meningkat meski di bawah rata-rata normal.

"Di taman misalnya menjadi minus 17,5% sebelumnya minus 25%, transit tadinya februari minus 35% di maret jadi minus 30%. Di tempat kerja juga sudah semakin meningkat dari yang minus 28% menjadi minus 25,6%," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini