Bukan Kejutan Centro Bintaro XChange Mau Tutup

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2021 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 320 2383442 bukan-kejutan-centro-bintaro-xchange-mau-tutup-6W8HLx1EuT.jpg Centro. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Usaha ritel adalah bisnis yang paling terbebani dengan adanya krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, bukan sebuah fenomena baru bila ada pusat perbelanjaan yang harus tutup lantaran tak kuat menjalani bisnisnya lagi.

Terbaru,  Penutupan itu dinilai bukan sebagai sebuah kejutan di tengah krisis yang masih melanda Indonesia saat ini.

"Salah satu sektor ritel yang cukup terpukul selama pandemi adalah kategori fashion (sandang/busana )," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada Okezone, Rabu (24/3/2021).

Baca Juga: Centro di Bintaro Xchange Akan Tutup, Ada Apa?

Dia menyebut, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari yang bersangkutan ihwal kapan penutupan tersebut akan berlangsung.

"Ada kabar (penutupan) demikian, tapi masih menunggu informasi resminya," ujarnya.

Sebelumnya, Golden Truly di Gunung Sahari tutup. Mal Golden Truly sudah tidak beroperasi alias tutup pada 1 Desember.

Hal ini diungkapkan dalam akun Instagram resminya @goldentruly yang dikutip Okezone, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

"Kepada seluruh customer loyal kami, Terima Kasih atas kepercayaan dan kesetiaan terhadap Mall Golden Truly selama hadir di Jl Gunung Sahari," tulis manajemen Golden Truly dalam akun Instagram.

Baca Juga: Vaksinasi Bikin Masyarakat Pede Pergi ke Mal

Pasca-penutupan Mal Golden Truly, manajamen akan tetap menjual kebutuhan secara online di Tokopedia dan Shopee.

"Dan kami akan tetap hadir untuk memenuhi kebutuhan anda dengan menyediakan koleksi terbaru Golden Truly di online shop kami di Tokopedia & Shopee. See you soon and visit us online!" tulisnya.

Tak hanya itu, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengalami rugi bersih sebesar Rp358 miliar pada semester I-2020. Hal ini merupakan dampak dari wabah virus Corona atau Covid-19.

Namun, di tengah tantangan Covid-19, Matahari telah menutup 6 gerai. Hal ini dikarenakan kinerja yang kurang baik dan dengan mempertimbangkan akhir masa sewa atau peluang real estat yang lebih menarik.

"Di masa lalu, kami telah menutup gerai-gerai dengan kinerja kurang baik, dengan mempertimbangkan akhir masa sewa atau peluang real estat yang menarik. Namun, mengingat terjadinya pandemi COVID-19 serta upaya kami untuk merestrukturisasi bisnis, kami memutuskan untuk mempercepat penutupan gerai yang berkinerja kurang baik," ujar CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Terry O'Connor dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (3/8/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini