Centro di Bintaro Xchange Akan Tutup, Ada Apa?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 24 Maret 2021 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 320 2383394 centro-di-bintaro-xchange-akan-tutup-ada-apa-TC32jbAQHU.jpg Centro. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pusat perbelanjaan merupakan salah satu jenis usaha yang terkena dampak akibat krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kini, Centro di Bintaro Jaya Xchange Mall pun akan ditutup karena tak kuat menahan serangan krisis karena wabah tersebut.

"Ada kabar demikian, tapi masih menunggu informasi resminya," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada Okezone, Rabu (24/3/2021).

Dia menilai sudah tak aneh bila peritel harus menutup usahanya di tengah pandemi ini. Terlebih, mereka yang bergerak di bidang fashion paling merasakan adanya krisis tersebut.

Baca Juga: Libur Panjang, Pengunjung Mal Diprediksi Membludak

"Salah satu sektor ritel yang cukup terpukul selama pandemi adalah kategori fashion ( sandang / busana )," ujarnya.

Sebelumnya, Golden Truly di Gunung Sahari tutup. Mal Golden Truly sudah tidak beroperasi alias tutup pada 1 Desember.

Hal ini diungkapkan dalam akun Instagram resminya @goldentruly yang dikutip Okezone, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

"Kepada seluruh customer loyal kami, Terima Kasih atas kepercayaan dan kesetiaan terhadap Mall Golden Truly selama hadir di Jl Gunung Sahari," tulis manajemen Golden Truly dalam akun Instagram.

Baca Juga: Vaksinasi Bikin Masyarakat Pede Pergi ke Mal

Pasca-penutupan Mal Golden Truly, manajamen akan tetap menjual kebutuhan secara online di Tokopedia dan Shopee.

"Dan kami akan tetap hadir untuk memenuhi kebutuhan anda dengan menyediakan koleksi terbaru Golden Truly di online shop kami di Tokopedia & Shopee. See you soon and visit us online!" tulisnya.

Tak hanya itu, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengalami rugi bersih sebesar Rp358 miliar pada semester I-2020. Hal ini merupakan dampak dari wabah virus Corona atau Covid-19.

Namun, di tengah tantangan Covid-19, Matahari telah menutup 6 gerai. Hal ini dikarenakan kinerja yang kurang baik dan dengan mempertimbangkan akhir masa sewa atau peluang real estat yang lebih menarik.

"Di masa lalu, kami telah menutup gerai-gerai dengan kinerja kurang baik, dengan mempertimbangkan akhir masa sewa atau peluang real estat yang menarik. Namun, mengingat terjadinya pandemi COVID-19 serta upaya kami untuk merestrukturisasi bisnis, kami memutuskan untuk mempercepat penutupan gerai yang berkinerja kurang baik," ujar CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Terry O'Connor dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (3/8/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini