5 Terbesar di Dunia, Ramalan Sri Mulyani soal Ekonomi RI pada 2045

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 01 April 2021 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 320 2388123 5-terbesar-di-dunia-ramalan-sri-mulyani-soal-ekonomi-ri-pada-2045-W4NVvTZuoJ.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Indonesia bisa menjadi ekonomi dengan ukuran 5 terbesar di dunia, sesuai dengan visi Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045. Hal tersebut dapat dicapai apabila Indonesia mampu menjaga implementasi kebijakan ekonomi yang baik, prudent, dan inovatif.

“Saat ini kita sudah masuk dalam kelompok G20 dengan ukuran dari perekonomian kita yang masuk di dalam 20 terbesar,” kata Menkeu secara daring dalam Webinar Akselerasi Indonesia Maju melalui Penanaman Modal dan Insentif Fiskal, Kamis (1/4/2021).

Baca Juga: Menko Airlangga: Krisis Ekonomi Indonesia saat Ini Berbeda

Ketika merayakan 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045, proyeksi demografi penduduk Indonesia mencapai 319 juta jiwa dengan usia produktif sebesar 47%, kelompok kelas menengah sebesar 70%, serta 73% masyarakat tinggal di daerah perkotaan.

“Dengan pendapatan per kapita kita mencapai USD23.199, itu berarti kita masuk di dalam middle upper class. Dan tentu kita berharap struktur perekonomian kita akan didukung oleh struktur perekonomian yang memiliki daya kompetisi dan memiliki nilai tambah yang tinggi,” ujar Menkeu.

Baca Juga: Vaksinasi Pelaku Perbankan dan Pasar Modal, Jokowi: Sangat Penting bagi Ekonomi Kita

Selanjutnya, sektor publik seperti birokrasi, harus terus diperbaiki kualitasnya, baik dari sisi produktivitas, pelayanan, dan tata kelola. Menata ruang atau wilayah sebagai negara kepulauan juga menjadi hal yang penting karena lautan Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar.

“Ini tidak hanya prasyarat untuk Indonesia saja. Semua negara kalau ingin menjadi high income country, advance country, sejahtera dan adil, mereka harus menyiapkan strategy policy,” tutup Menkeu.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini