Harga Pertalite hingga Pertamax Naik Bikin Gubernur Marah, Cek 5 Faktanya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 03 April 2021 05:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 02 320 2388445 harga-pertalite-hingga-pertamax-naik-bikin-gubernur-marah-cek-5-faktanya-3QGxH7TO1V.jpeg BBM (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menaikkan harga jual seluruh Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di wilayah Sumatera Utara mulai 1 April 2021. Hal tersebut dilakukan Pertamina untuk mendorong penggunaan BBM berkualitas bagi masyarakat.

Rencana kenaikan itu terungkap lewat surat edaran bernomor 348/Q21030/2021-S3 dari Pertamina kepada para pengusaha SPBU di wilayah Sumatera Utara. Surat edaran itu telah beredar, Rabu (31/3/2021) malam.

Okezone telah merangkum beberapa fakta mengenai kenaikan BBM tersebut, Sabtu (3/4/2021).

Baca Juga: Tegur Pertamina karena Harga Pertamax Cs Naik, Gubernur Edy: Salah Itu

1. Ini rincian harga BBM setelah kenaikan harga

Dalam surat yang ditandatangani Region Manager Retail Sales I PT Pertamina, Pierre J Wauran itu, kenaikan harga jual BBM non-subsidi dilakukan terhadap Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dex, Dexlite dan Solar Non-Subsidi. Adapun kenaikannya harga Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 7.850. Kemudian untuk Pertamax dari Rp9.000 menjadi Rp 9.200.

Sementara untuk Pertamax Turbo dari Rp 9.850 menjadi Rp 10.050. Lalu Pertamina Dex dari Rp 10.200 menjadi Rp 10.450, Dexlite Rp 9.500 menjadi Rp 9.700, serta Solar Non PSO dari Rp 9.400 menjadi Rp 9.600.

Sedangkan untuk tarif PBBKB Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) seperti Premium dan Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti Bio Solar tidak mengalami perubahan.

Baca Juga: Harga Pertamax Cs Naik, Pertamina Ikut Keputusan Gubernur

2. Hanya berlaku di Sumatera Utara

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Putut Andriatno mengatakan, kenaikan harga Pertalite hingga Pertamax hanya berlaku di Sumatera Utara. Sedangkan harga di daerah lain tetap sama alias tidak naik.

“Daerah lain (selain Sumut) masih tetap (harga BBM jenis Pertalite hingga Pertamax tidak naik),” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (1/4/2021).

3. Pertamina tetap menjamin pasokan mencukupi kebutuhan masyarakat

Unit Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Taufikurachman mengatakan perubahan harga ini tidak berpengaruh terhadap Program Langit Biru (PLB) yang sedang berlangsung di Kota Medan. Pelanggan tetap bisa merasakan program pembelian Pertalite seharga Premium di SPBU 14.2011.84 yang terletak di Jalan T. Amir Hamzah dan SPBU 14.2011.45 yang berada di Jalan Karya, Kota Medan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena Pertamina tetap menjamin pasokan BBM aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Kami juga mengimbau agar masyarakat terus menggunakan BBM berkualitas sesuai peruntukan teknologi kendaraan,” kata Taufikurachman.

4. Pertamina: Kenaikan ini bentuk kepatuhan kepada Gubernur

Taufikurachman mengungkapkan jika kenaikan harga BBM non-subsidi yang mereka lakukan, merupakan bentuk kepatuhan kepada Gubernur Sumatera Utara.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara lewat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 1 tahun 2021 telah mengubah besaran tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang bergizi. Dari sebelumnya 5% menjadi 7,5%.

“Mengacu pada perubahan tarif PBBKB yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sesuai dengan surat edaran Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, per tanggal 01 April 2021, Pertamina melakukan penyesuaian harga khusus untuk BBM non subsidi di seluruh wilayah Sumut,” jelasnya, Kamis (1/4/2021).

5. Gubernur Sumatera Utara salahkan Pertamina atas kenaikan BBM

Di sisi lain, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyalahkan PT Pertamina (Persero) atas terjadinya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Non-Subsidi di Sumatera Utara. Padahal Pertamina justru menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi itu dilakukan karena mereka mengikuti Peraturan Gubernur Sumatera Utara.

Edy Rahmayadi mengatakan tidak tepat kalau Pertamina menjadikan Pergub Nomor 01 Tahun 2021 sebagai dasar menaikkan harga BBM non-subsidi di Sumut. Sebab, untuk menaikkan harga BBM harus ada persetujuan DPR bersama pemerintah.

"Mau beban mau tidak BBM tidak bisa dinaikkan. Salah itu, nanti kita tegur. Nanti akan saya tanyakan Pertamina," ujar Edy, Medan, Jumat (2/4/2021).

Edy pun meminta agar Pertamina mengevaluasi kebijakan menaikkan harga tersebut. "Pertamina harus mengevaluasi prosedur untuk menaikkan harga," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini