Ahok hingga Dirut Pertamina Diminta Evaluasi Pasca-Kebakaran Kilang Balongan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 04 April 2021 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 04 320 2389021 ahok-hingga-dirut-pertamina-diminta-evaluasi-pasca-kebakaran-kilang-balongan-MYXmtVWMmo.jpg Ahok soal Ledakan Kilang Balongan (Foto: Dokumen Pertamina)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengunjungi Kilang Balongan untuk melihat langsung kondisi Kilang Balongan pasca insiden tanki T-301. Kunjungan tersebut sekaligus memastikan proses penanganan pasca insiden tertangani dengan baik.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan,di awal insiden, Pertamina telah melakukan tindakan cepat melokalisasi titik api di dalam bundwall atau tanggul di sekeliling tanki T-301 sehingga tidak meluas. Saat ini masih dilakukan pendinginan terhadap sisa minyak yang masih ada di dasar bundwall, sehingga temperatur minyak dapat diturunkan dan api sudah padam saat ini.

Baca Juga: Investigasi Kebakaran Kilang Balongan, Menteri ESDM Minta Bantuan Asing 

Menurut Arifin Tasrif, saat ini Pertamina melakukan investigasi yang melibatkan internal dan eksternal mengenai penyebab kejadian. Investigasi masih berproses dan memerlukan pendalaman.

"Ke depannya Pertamina akan melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi apa saja yang diperlukan untuk peningkatan sistem keamanan kilangnya mengacu pada teknologi baru yang saat ini dipakai,” ujarnya, Sabtu (3/4/2021).

Terkait warga terdampak, dia meyakini, Pertamina akan melakukan penanganan yang baik kepada masyarakat. “Kita harapkan korban yang masih dirawat bisa membaik dan bisa segera keluar dari unit perawatan khusus. Terhadap seluruh masyarakat terdampak akibat dari kejadian ini, Pertamina berkomitmen untuk bertanggung-jawab untuk perbaikan rumah dan properti warga, perawatan korban luka, dan trauma healing,” ucap Arifin.

Selain itu, Menteri ESDM juga mengingatkan, agar Pertamina segera memasang sistem komunikasi dengan masyarakat, apabila ada indikasi yang diperkirakan dapat membahayakan, masyarakat sekitar dapat melakukan persiapan lebih dini untuk menjaga keselamatan.

Mengenai rencana pembangunan Kilang Petrochemical, Arifin memastikan tetap menjadi program utama Pertamina karena bagian dari program nasional agar Pemerintah dapat mencukupi kebutuhan nasional petrokimia dan mengurangi impor.

Disinggung untuk kebutuhan BBM, menurutnya saat ini tersedia cukup aman. “Sudah dilakukan antisipasi dengan mengoptimalkan kapasitas kilang lainnya dengan mengedepankan keselamatan kerja, kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini