JAKARTA - Perekonomian Indonesia dengan negara G-20 masih cukup baik, meskipun ada kontraksi pada tahun 2020. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan akan menggenjot investasi saat bulan puasa.
"Kalau kita bandingkan dengan negara global seperti G-20 kita kontraksinya masih membaik. Pemerintah dalam menghadapi bulan ramadahan ini mendorong ekosistem investasi dan berusaha menjaga UMKM terus di dorong. Karena kita melihat bahwa terjadi geliat manufaktur yang cukup membaik," kata Airlangga dalam acara Webinar HUT Okezone ke-14 dengan tema Economy Outlook Indonesia Bangkit 2021, Rabu (7/4/2021).
Baca juga: Investor Baru Wajib Ketahui 5 Hal Ini
Kata dia pemulihan aktivitas produksi terus terjadi. Adapun, sektor yang berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (pdb) mulai pulih seperti industri pengolahan, kontruksi dan perdagangan.
" Beberapa sektor mampu bertahan dan tumbuh positif seperti infokom, kesehatan, jasa pendidikan dan pertanian. Kita tentu melihat beberapa indikator menunjukkan sinyal pemulihan," jelasnya.
Baca juga: Erick Thohir Yakinkan Investor China: Investasi di RI Aman
Dia pun menambahkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan naik menjadi Rp100 juta dengan bunga 6 persen. Langkah tersebut seiring dengan komitmen pemerintah untuk terus berusaha memberikan relaksasi kepada UMKM dengan meningkatkan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan.